Netanyahu Kunjungi Al-Aqsa untuk Rayakan Hanukkah, Sengaja Pancing Provokasi?

2026-02-02 03:11:01
Netanyahu Kunjungi Al-Aqsa untuk Rayakan Hanukkah, Sengaja Pancing Provokasi?
TEL AVIV, - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki pada Selasa dalam rangka perayaan hari raya Yahudi Hanukkah.Kunjungan Netanyahu tersebut dilakukan di area Tembok Barat atau Tembok Al-Buraq, yang merupakan bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa dan menjadi situs suci bagi umat Muslim maupun Yahudi.Kegubernuran Yerusalem mengecam kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai langkah provokatif baru yang berpotensi memicu ketegangan di wilayah tersebut.Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya Diancam"Tindakan ini merupakan provokasi baru," demikian pernyataan resmi dari Kantor Kegubernuran Yerusalem, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.Kantor Perdana Menteri Israel membagikan foto Netanyahu yang didampingi sejumlah pejabat, termasuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel Mike Huckabee, saat berada di Tembok Barat.Hari raya Hanukkah sendiri berlangsung selama delapan hari, mulai 14 hingga 22 Desember.Otoritas Palestina mencatat, sedikitnya 210 pemukim Israel ilegal telah memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa sejak Senin untuk merayakan Hanukkah.Baca juga: Kepala Produksi Senjata Brigade Al Qassam, Raed Saad Dilaporkan Tewas dalam Serangan IsraelMasjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam di dunia.Di sisi lain, umat Yahudi menyebut kawasan tersebut sebagai Temple Mount dan meyakini lokasi itu sebagai tempat berdirinya dua kuil Yahudi pada masa kuno.Israel menduduki Yerusalem Timur, termasuk kawasan Masjid Al-Aqsa, sejak Perang Arab-Israel tahun 1967.Pemerintah Israel kemudian mencaplok seluruh wilayah Yerusalem pada 1980, namun langkah tersebut tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.Baca juga: Protes Keras Partisipasi Israel, Pemenang Ajang Nyanyi Eurovision Kembalikan Piala


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-02 03:07