Motif Pembunuhan Lansia oleh Keponakan di Jombang, Pelaku Sering Dimarahi Karena Setoran Pinjaman

2026-01-12 14:34:42
Motif Pembunuhan Lansia oleh Keponakan di Jombang, Pelaku Sering Dimarahi Karena Setoran Pinjaman
JOMBANG, - Kepolisian Resor (Polres) Jombang, Jawa Timur, mengungkap motif pembunuhan terhadap Muthmainnah, lansia asal Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.Pembunuhan tersebut dilakukan oleh oleh Suwarno (45), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.Baca juga: Kronologi Lansia di Jombang Dibunuh Keponakannya, Berawal dari Bisnis Simpan PinjamKapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengungkapkan, antara korban dan pelaku sudah saling mengenal.Selain masih memiliki hubungan keluarga, keduanya juga terlibat sebagai penyedia dana dan pengelola bisnis simpan pinjam.Ardi menjelaskan, motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa dendam dan sakit hati pelaku terhadap korban karena sering dimarahi korban.Korban pembunuhan, ungkapnya, dalam beberapa pertemuan terakhir sering memarahi pelaku karena dianggap tidak bisa menjalankan tugas dalam penagihan pinjaman.“Karena tersangka menaruh dendam dan sakit hati terhadap korban. Tersangka sering dimarahi oleh korban terkait kesepakatan kerja yang telah disepakati,” kata Ardi, di Mapolres Jombang, Rabu .Baca juga: Lansia di Jombang Dibunuh, Terduga Pelaku Bawa Mobil Korban Kemudian DitinggalkanIa mengungkapkan, kerjasama antara Muthmainnah dengan Suwarno adalah pada usaha simpan pinjam. Korban sebagai penyedia dana, sedangkan pelaku sebagai pengelola, penyalur, serta penagihan pinjaman.Pada awalnya bisnis simpan pinjam tersebut berjalan baik. Namun dalam perkembangannya, penerimaan pembayaran tagihan dari peminjam terus menurun.Ardi menuturkan, persoalan tagihan yang seret tersebut mulai memunculkan bibit konflik antar keduanya.Konflik itu kemudian memuncak saat korban mengubah aturan penagihan.“Korban menginginkan agar penagihan itu diubah dari satu bulan menjadi satu minggu sekali. Perubahan tersebut membuat pelaku kewalahan untuk memenuhi. Dari situ korban menjadi sering marah-marah kepada pelaku,” ungkapnya.Baca juga: Lansia di Jombang Dibunuh di Rumahnya, lalu Dibuang dan Dibakar di Hutan LamonganMenurut Ardi, karena sering dimarahi, muncul rasa dendam dan sakit hati pelaku terhadap korban.Puncaknya, pelaku membunuh korban di rumahnya, pada Minggu malam.Ia menuturkan, pelaku menghabisi nyawa korban pada Minggu malam, sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Suwarno sedang berkunjung ke rumah korban.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-12 14:29