Cuaca Ekstrem Landa Pasuruan, Angin Kencang Rusak 7 Rumah dan 3 Rumah Tertimpa Tanah Longsor

2026-01-12 21:51:58
Cuaca Ekstrem Landa Pasuruan, Angin Kencang Rusak 7 Rumah dan 3 Rumah Tertimpa Tanah Longsor
PASURUAN, - Cuaca ekstrem kembali melanda sejumlah titik di Kabupaten Pasuran, Jawa Timur. Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah pohon tumbang dan tujuh rumah warga terdampak.Selain itu, di wilayah pegunungan juga dilanda hujan deras sehingga tanah longsor dan menutup jalan, serta tiga rumah warga mengalami rusak.Sugeng Hariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan mengungkapkan bahwa bencana tersebut terjadi pada Senin, 22 Desember 2025, bersamaan hujan deras yang berlangsung lebih dari dua jam."Hujan yang dibarengi angin kencang itu terjadi di wilayah barat selatan Kabupaten Pasuruan. Kecamatan Sukorejo, Pandaan, dan Gempol. Sedangkan lokasi longsor terjadi di Kecamatan Tosari dan Tutur sedang kami lakukan asesmen," kata Sugeng, Selasa .Baca juga: Pemkot Pasuruan Tetapkan Siaga Bencana 150 Hari, Catat 193 Kejadian Sepanjang 2025Kemudian, sebanyak enam rumah warga di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mengalami kerusakan di bagian atap dan teras akibat angin kencang dan tertimpa pohon. Sebuah mobil juga rusak tertimpa pohon.Sedangkan di wilayah Kecamatan Pandaan, satu rumah warga Desa Duren Sewu rusak serta material atap mengenai seorang anak perempuan, Aura Eka Nadifa (11).Selanjutnya, di wilayah Kecamatan Gempol, terdapat pohon tumbang yang sempat menutup jalan raya Gempol-Mojokerto No.1, Wates, Watukosek."Korban (Aura) mengalami luka ringan akibat terkena material atap. Sudah dirawat," ujar Sugeng.Baca juga: Perlintasan Kereta Tanpa Palang di Pasuruan Ditutup untuk Mobil, Cegah Kecelakaan Saat NataruSedangkan untuk tanah longsor melanda wilayah pegunungan di Desa Ngadirejo Kecamatan Tutur, dilaporkan sebanyak tiga rumah mengalami tertimpa material longsor saat hujan deras berlangsung."Di Desa Tosari, Kecamatan Tosari juga terjadi longsor dan menutup jalan desa tersebut dengan panjang 8 meter dan ketebalan 1 meter. Dan itu sudah dilakukan pembersihan agar akses jalan bisa dilalui," kata Sugeng.BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau pada warga selalu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seperti cuaca ekstrem atau curah hujan tinggi, yang dapat menyebabkan bencana angin kencang, banjir dan tanah longsor.Baca juga: 10 Desa di Pasuruan Sampaikan Surat Terbuka ke Prabowo soal Tanah dan Pembangunan Batalyon Marinir


(prf/ega)