TNI AD Kerahkan Heli, Kapal, hingga Jembatan Bailey Tangani Banjir Sumatera

2026-02-03 20:43:14
TNI AD Kerahkan Heli, Kapal, hingga Jembatan Bailey Tangani Banjir Sumatera
JAKARTA, - TNI Angkatan Darat mengirim bantuan dan mengerahkan ribuan prajurit untuk sejumlah wilayah di tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Kolonel TNI Inf Donny Pramono menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dikoordinasikan melalui jajaran Kodam dan satuan teritorial dengan fokus pada kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari logistik, evakuasi, dapur lapangan, pemulihan fasilitas umum, hingga pembukaan akses wilayah terisolasi.Bantuan yang dikirim mencakup obat-obatan, makanan siap saji, tenda pengungsian, perlengkapan sanitasi, LCR, alat penjernih air, selimut, tenda serbaguna, serta alat rigging untuk mengangkat beban berat.“TNI AD terus memantau perkembangan di tiga wilayah terdampak. Bantuan ini merupakan tahap awal dan akan ditambah sesuai kebutuhan di lapangan. Prajurit juga dikerahkan untuk membantu evakuasi, membuka akses, dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar,” ujar dia dalam keterangannya, Senin .Baca juga: Prabowo Kerahkan TNI, Polri, hingga Kementerian Bantu Korban Banjir SumateraDi Aceh, prajurit Kodam Iskandar Muda mengevakuasi warga, membuka akses yang tertutup longsor, dan memperkuat distribusi bantuan.Di Sumatera Barat, Kodam XX/TIB menambah dukungan alat berat dan memperkuat posko dampak banjir bandang.Sementara di Sumatera Utara, personel TNI AD memfokuskan bantuan pada pemulihan fasilitas umum serta pengiriman logistik ke wilayah terisolasi.Baca juga: Anggota TNI Tewas Terseret Longsor Susulan saat Evakuasi Warga di SumbarSebagai bagian dari operasi kemanusiaan, pengiriman bantuan lanjutan juga dilakukan melalui pesawat Hercules dan Kapal KRI.Bantuan yang diberangkatkan Minggu antara lain tenda serba guna, velbed, genset, alat dapur lapangan, kompor lapangan, kompor gas, alat penjernih air portable, aki, ban truk, kantong jenazah, LCR dan OBM, Starlink, obat-obatan antibiotik, serta PUO utama dan cadangan.Kemudian pada Senin , Kapal KRI akan mengangkut mobil Reverse Osmosis (RO), ekskavator, jembatan bailey, dan buldoser.Jembatan bailey adalah jembatan rangka logam yang mudah dirakit dan dipindahkan. Sifat jembatan ini adalah sementara dan modular.Baca juga: TNI AD Kerahkan 21.707 Prajurit untuk Tangani Bencana di SumateraSelasa , Kapal ADRI mengangkut ban kendaraan 4x4, ransel kesehatan, tandu lipat, matras lipat, pakaian layak pakai, perlengkapan bayi dan wanita, alat mandi, alat dapur lapangan, serta kendaraan Maung.Selain itu, Kepala Staf Angkatan Darat turut memberikan bantuan bahan makanan senilai Rp 200 juta untuk Aceh, Rp 250 juta untuk Sumatera Utara, dan Rp 200 juta untuk Sumatera Barat.Dalam mendukung mobilitas udara, TNI AD mengerahkan alutsista berupa 3 unit Heli Bell 412, 2 unit Heli Mi-17, dan 1 pesawat CASA, yang disebar untuk memperkuat operasi kemanusiaan melalui BKO Kodam IM, Kodam I/BB, dan BNPB.Di lapangan, pengerahan personel dan materiil dilakukan sebagai berikut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-03 20:30