KYIV, - Pemerintah Ukraina angkat bicara soal tudingan serangan 91 drone ke salah satu rumah Presiden Rusia Vladimir Putin.Menurut Ukraina, tuduhan itu klaim tanpa dasar yang sengaja dibuat Moskwa untuk menggagalkan proses perdamaian."Hampir sehari telah berlalu dan Rusia masih belum memberikan bukti yang masuk akal atas tuduhan mereka tentang dugaan 'serangan Ukraina terhadap kediaman Putin'," kata Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga, melalui unggahan di platform X, Selasa .Baca juga: Rumah Putin Diduga Dibombardir Ukraina, Kyiv Membantah"Dan mereka tidak akan melakukannya karena memang tidak ada. Tidak ada serangan seperti itu yang terjadi," lanjutnya, dikutip dari kantor berita AFP.Sementara itu, Rusia menegaskan bahwa semua drone Ukraina berhasil ditembak jatuh.Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut pernyataan Ukraina dan media Barat yang membantah adanya serangan itu sesuatu yang "gila".Peskov juga menegaskan, Rusia tidak berkewajiban memberikan bukti kepada publik terkait dugaan serangan tersebut.SPUTNIK/MIKHAIL VOSKRESENSKIY via AFP Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri pemakaman prajurit yang tewas dalam perang melawan Ukraina, pada misa Natal di gereja Novo-Ogaryovo, luar Moskwa, 7 Januari 2024.Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Ukraina meluncurkan puluhan drone ke arah kediaman Putin di wilayah Novgorod.“Sebanyak 91 drone jarak jauh diluncurkan dari Minggu malam hingga Senin dini hari, semuanya berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan kami,” kata Lavrov dalam konferensi pers Senin.Ia menuduh Kyiv berubah menjadi rezim teroris, dan mengisyaratkan bahwa posisi negosiasi Rusia dalam proses perdamaian akan dievaluasi ulang.“Mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv yang kini mengadopsi kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan dipertimbangkan kembali,” ucap Lavrov tanpa menunjukkan bukti atas klaimnya.Baca juga: Trump Murka Rumah Putin Diduga Diserang Ukraina, Sebut Bukan Waktu yang TepatSPUTNIK/ALEXANDER KAZAKOV via AFP Presiden Rusia Vladimir Putin ditemani ajudannya, Yuri Ushakov, dan utusan ekonomi Kirill Dmitriev, bertemu utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Jared Kushner, di Kremlin, Moskwa, 2 Desember 2025.Klaim serangan ini muncul di tengah momen krusial dalam negosiasi damai perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.Ukraina telah menyetujui sekitar 90 persen dari rancangan kesepakatan damai yang difasilitasi Amerika Serikat, termasuk soal jaminan keamanan pascaperang.Namun, Moskwa masih enggan menyetujui kesepakatan yang tidak memenuhi tuntutan maksimalis mereka.Menyusul insiden yang dituduhkan ini, Kremlin akan memperkeras posisi mereka dalam negosiasi."Mengenai konsekuensi militer, militer kita tahu bagaimana, dengan apa, dan kapan harus merespons," ujar Dmitry Peskov dalam panggilan telepon kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita Pemerintah Rusia.Baca juga: Rusia Tolak Tunjukkan Bukti Serangan Drone Ukraine ke Rumah Putin
(prf/ega)
Ukraina Buka Suara soal Serangan 91 Drone ke Rumah Putin
2026-01-12 04:58:37
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:41
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:14










































