PERDEBATAN mengenai kenaikan UKT di berbagai kampus beberapa waktu terakhir menunjukkan satu persoalan mendasar: struktur pendanaan perguruan tinggi Indonesia masih sangat rapuh dan tidak berimbang. Sebagian besar kampus menempatkan mahasiswa sebagai penopang utama pemasukan, sementara pendapatan dari riset, industri, endowment fund, maupun teaching hospital relatif kecil.Dalam konteks inilah penting melihat bagaimana universitas-universitas kelas dunia membangun kemandirian finansialnya, lalu menilai posisi Indonesia dalam lanskap pendidikan global.Universitas papan atas memiliki ciri kunci: pendapatannya sangat terdiversifikasi. Harvard, misalnya, hanya memperoleh sekitar 20 persen pendapatannya dari tuition. Sumber terbesar datang dari endowment fund yang nilainya puluhan miliar dolar AS, ditambah kontrak riset, kolaborasi industri, serta pemasukan dari paten dan spin-off.Stanford mengikuti pola serupa. Kekuatan utamanya terletak pada riset yang menghasilkan kontrak industri bernilai tinggi, lisensi inovasi, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi. Mahasiswa bukanlah sumber pendapatan utama, melainkan penerima manfaat dari ekosistem riset yang subur.Di Inggris, Oxford dan Cambridge juga tidak menempatkan mahasiswa sebagai basis keuangan. Porsi tuition relatif kecil. Pendapatan mereka bertumpu pada endowment, riset, kolaborasi industri, serta layanan kesehatan melalui teaching hospital yang berkembang sangat kuat.Teaching hospital tidak hanya menjadi pusat layanan, tetapi juga mesin riset klinis dan sumber pemasukan signifikan. Model ini menunjukkan pola yang konsisten: semakin maju sebuah universitas, semakin kecil ketergantungannya pada biaya mahasiswa. Sebaliknya, kampus justru membuka akses lebih luas melalui beasiswa dan dukungan finansial lain, karena posisi keuangan mereka ditopang oleh sumber-sumber yang lebih stabil dan berjangka panjang.Baca juga: Ketika Universitas Terbaik Menolak Pemeringkatan, Mengapa Kita Mengejarnya
(prf/ega)
Postur Income Perguruan Tinggi Top Dunia: Quo Vadis Indonesia
2026-01-12 08:58:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 08:33
| 2026-01-12 08:26
| 2026-01-12 08:23
| 2026-01-12 07:14










































