Korban WO Ayu Puspita Merasa Dihina karena Katering Dikirim Saat Resepsi Berakhir

2026-02-05 03:53:23
Korban WO Ayu Puspita Merasa Dihina karena Katering Dikirim Saat Resepsi Berakhir
JAKARTA, - Seorang korban dugaan penipuan wedding organizer (WO) milik Ayu Puspita, Helmi, merasa terhina setelah pihak manajemen mengirimkan makanan ketika acara resepsi pernikahannya pada Sabtu sudah selesai dan sepi tamu.Ia menjelaskan, makanan yang dijanjikan untuk resepsi pernikahannya tak kunjung datang hingga acara dimulai.Makanan baru dikirimkan ketika tamu sudah mulai pulang dan jumlahnya sangat sedikit serta dianggap tidak layak.Baca juga: WO Ayu Puspita Lempar Tanggung Jawab, Admin Dibiarkan Sendirian Hadapi Amarah Keluarga Klien"Akhirnya itu si Ayu Puspita itu, dia ngirimin makanan di 21.45 WIB, di mana tuh tamu sudah mulai sepi. Ngiriminnya juga kayak ngenyek (menghina) kami. Cuma ala kadarnya, sudah kayak buat kucing banget beneran kucing," ucap Helmi saat dihubungi Kompas.com, Kamis ."Dia ngirimin nasi setengah termos, ayam cuma berapa potong masih setengah matang masih merah-merah, sama sayur sop. Jijik banget," ujar Helmi.Pada awalnya, Helmi tidak menaruh curiga karena prosesi akad nikah berjalan lancar meski makanan terlambat datang.Ia memaklumi keterlambatan tersebut karena lokasi di wilayah Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kerap mengalami kemacetan.Namun, menjelang resepsi dimulai, seorang admin WO memanggil Helmi dan memberi tahu bahwa katering tidak dikirim."Terus hingga akhirnya (admin WO) 'Kak, kateringnya enggak dikirim.' (Helmi) 'Wah, jadi ini orang ratusan di ballroom enggak ada makanan?'. Aku bilang gitu," ungkapnya.Helmi membeli paket pernikahan senilai sekitar Rp 158 juta, termasuk penyewaan gedung di wilayah Gatot Subroto dan layanan katering.Baca juga: Pemilik WO Ayu Puspita Tersangka, Korban: Enggak Puas Sama Sekali!Saat kejadian, pihak manajemen WO menjanjikan ganti rugi sebesar Rp 1.000.000 dan berencana memesan katering tambahan.Namun, Helmi menilai jumlah tersebut tidak sebanding dengan kerugian yang dialaminya."Iya, diganti Rp 1.000.000. Dan mereka itu Rp 1.000.000 terus dia mau order-orderin, dan misalkan kurang dia mau pakai dana pribadinya," ucap Helmi.Menurut Helmi, admin tersebut awalnya tidak berani memberi tahu kondisi sebenarnya karena takut menghadapi keluarga pihak pengantin."Cuman dia enggak berani ngasih tahu ke kami karena dia sudah takut, dia tuh berdiri katanya di tangga darurat itu takut. Terus dibilangin sama orang manajemennya, 'Kamu harus itu ya, kamu harus tahan dan berani ya buat ngadepin omelannya keluarga'," tutur Helmi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 02:51