Jakarta - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melakukan operasi pembersihan tumpukan kayu dan material limbah pascabencana di sejumlah wilayah terdampak banjir dan longsor di Pulau Sumatera, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Utara.Operasi terpadu dilakukan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, serta mitra lainnya yang bertujuan memperbaiki fasilitas publik serta mempercepat pemulihan lingkungan bagi masyarakat yang terdampak.Dilansir dari siaran pers pada Selasa pada laman www.kehutanan.go.id, tercatat di Pesantren Darul Mukhlisin, Aceh Tamiang, pembersihan dilakukan oleh tim gabungan dengan dukungan 34 unit alat berat yang masih beroperasi aktif.AdvertisementSerta, progres pembersihan telah mencapai sekitar 94 persen hingga Senin 29 Desember 2025, mencakup area utama pesantren serta fasilitas pendukung seperti ruang belajar, ruang guru, tempat wudu masjid, dan rumah warga sekitar di lokasi.Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Subhan menjelaskan, pembersihan tidak hanya pemindahan kayu, tetapi juga pada pemulihan fungsi fasilitas sosial termasuk ruang belajar dan ibadah, sehingga aktivitas pendidikan dan keagamaan dapat kembali berjalan."Pembersihan kami arahkan agar aktivitas pendidikan dan ibadah dapat segera kembali berjalan, pekerjaan lembur malam terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian," ujar Subhan.
(prf/ega)
Operasi Pembersihan Material Kayu PascaBencana Aceh dan Sumatera: Akses dan Fasilitas Publik Mulai Pulih
2026-01-12 06:16:12
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:33
| 2026-01-12 05:51
| 2026-01-12 04:48
| 2026-01-12 04:29










































