Pakar UGM: Jawa hingga Papua Bagian Selatan Berpotensi Hujan Intens yang Picu Longsor-Banjir

2026-01-12 18:49:37
Pakar UGM: Jawa hingga Papua Bagian Selatan Berpotensi Hujan Intens yang Picu Longsor-Banjir
- Puncak musim hujan di Indonesia akan berlangsung hingga Februari 2026 mendatang.Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dwikorita Karnawati mengatakan kondisi atmosfer dan intensitas hujan saat ini berpotensi memicu bencana ekstrem.Kejadian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjadi pengingat bahwa daerah lain dengan karakter bentang alam yang mirip perlu waspada.“Peristiwa tersebut menunjukkan kerentanan kawasan berlereng curam, daerah yang mengalami alih fungsi lahan, serta zona tektonik aktif dengan kondisi geologi rapuh di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Prof. Dwikorita, Jumat , dilansir situs UGM, Senin .Ketika hujan ekstrem mengguyur kawasan pegunungan, aliran debris atau campuran lumpur, batu, material kayu, dan sedimen dapat melaju dengan kecepatan tinggi.Baca juga: UGM Buka Peluang Penyesuaian UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Aceh-SumateraDalam hitungan detik aliran ini mampu menghantam permukiman dan infrastruktur, sehingga masyarakat di bantaran sungai dan di bawah tebing memerlukan prioritas peringatan dan kesiapsiagaan.Prof. Dwikorita menekankan bahwa peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus diketahui masyarakat agar dapat merespons dengan cepat dan tepat.“Aliran debris seperti ini sangat destruktif dan menuntut respons segera dari warga yang berada di zona rentan,” ucapnya.Data empiris BMKG menunjukkan bahwa bibit siklon dan siklon tropis cenderung meningkat setiap Desember hingga Maret atau April, kata Prof. Dwikorita.Fenomena ini pun lebih dominan terjadi di belahan selatan bumi sehingga wilayah di bawah garis khatulistiwa perlu siaga terhadap cuaca ekstrem.Kawasan seperti Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian Selatan dan Tenggara, Maluku, dan Papua bagian Selatan masuk dalam zona yang berpotensi mengalami hujan intens yang bisa memicu longsor dan banjir.“Wilayah-wilayah tersebut seharusnya berada dalam kondisi siaga terhadap cuaca ekstrem sebagaimana yang baru saja terjadi di Sumatera,” tuturnya.Baca juga: Terlibat di Kelas Psikososial, Mendikdasmen Bacakan Dongeng untuk Murid Korban Banjir SumbarIa mengingatkan, pemerintah daerah yang wilayahnya disebut dalam peringatan dini BMKG harus bersiap dengan melakukan identifikasi ulang zona merah dan pembatasan aktivitas manusia.Selain itu, perlu penyiapan jalur evakuasi dan lokasi pengungsian yang aman bagi kelompok rentan seperti difabel, lansia, ibu hamil, dan anak-anak.KOMPAS.COM/Muchamad Dafi Yusuf Ilustrasi banjir di Jalan Raya Kaligawe Semarang, Jawa Tengah. Pemerintah daerah juga dapat mempersiapkan ketersediaan logistik untuk tiga hingga enam hari, fasilitas pertolongan pertama, pengamanan dokumen penting warga, serta penguatan jaringan komunikasi.


(prf/ega)