788 Bencana dalam 11 Bulan, Ada 3 Bencana Paling Dominan di Kaltim

2026-01-12 06:05:31
788 Bencana dalam 11 Bulan, Ada 3 Bencana Paling Dominan di Kaltim
SAMARINDA, - Rentetan bencana yang terjadi di Kalimantan Timur sepanjang 2025 tidak lagi bersifat sporadis.Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat, dalam kurun 1 Januari hingga 25 November 2025, sedikitnya 788 kejadian bencana terjadi di 10 kabupaten/kota.Angka ini mengindikasikan pola kerawanan yang semakin kompleks, terutama menjelang puncak musim hujan akhir tahun.Dari ratusan kejadian tersebut, banjir, kebakaran permukiman, dan tanah longsor menjadi bencana paling dominan.Ketiganya mencerminkan kombinasi persoalan lingkungan, tata ruang, serta tingginya tekanan aktivitas manusia di kawasan rawan.Baca juga: Ketua Komisi V Minta Pemerintah Tak Malu Minta Bantuan Jika Kesulitan Tangani Bencana SumateraBerdasarkan data Pusdalops BPBD Kaltim, banjir tercatat sebanyak 245 kejadian, disusul kebakaran permukiman 224 kejadian, dan tanah longsor 147 kejadian.Selain itu, terjadi 50 gempa bumi, 42 cuaca ekstrem, 34 kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta 42 kejadian lain-lain seperti pohon tumbang, tersambar petir, jembatan roboh, hingga serangan hewan buas.Abrasi atau gelombang tinggi dan kekeringan masing-masing tercatat dua kejadian.Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, menyebut tingginya frekuensi bencana ini menjadi sinyal bahwa pendekatan penanggulangan harus bergeser dari reaktif ke preventif.“Kalau kita melihat data, bencana itu berulang di lokasi yang sama. Artinya, risiko sebenarnya sudah bisa dipetakan. Tantangannya adalah bagaimana mitigasi dijalankan secara konsisten,” kata Cahyo, Senin .Data BPBD menunjukkan Samarinda menjadi wilayah paling rawan, dengan 223 kejadian bencana atau hampir 30 persen dari total kejadian di Kaltim.Menariknya, Samarinda juga mencatat 114 kejadian tanah longsor, tertinggi di seluruh kabupaten/kota, serta 26 kejadian banjir dan 43 kebakaran permukiman.Kondisi ini menunjukkan ancaman ganda di wilayah perkotaan padat penduduk, terutama di kawasan dengan kontur berbukit dan daerah aliran sungai.Di bawah Samarinda, Kutai Barat dan Kutai Timur masing-masing mencatat 99 kejadian.Kutai Barat didominasi banjir sebanyak 74 kejadian, sementara Kutai Timur mencatat kombinasi banjir dan 31 kejadian gempa bumi, tertinggi di provinsi tersebut.


(prf/ega)