MEDAN, - Psikolog Forensik Irna Minauli mengungkap kondisi psikologis AL (12), anak yang membunuh ibunya, F (42), di Medan.Irna mengaku telah empat kali melakukan pertemuan dengan AL.Hasil pemeriksaan menunjukkan, AL memiliki kecerdasan tinggi, terbukti dari prestasinya di sekolah dan kemampuannya mempelajari musik serta seni secara otodidak."Dia (AL) juga mampu mempelajari musik dan seni secara otodidak. Itu menujukkan dia memiliki kecerdasan yang sangat tinggi," kata Irna saat menghadiri konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .Baca juga: Kronologi Anak Bunuh Ibu di Medan, Berawal dari Game Online Analisis mendalam dilakukan untuk mendeteksi gangguan mental yang umum pada kasus anak membunuh orangtua, seperti skizofrenia, depresi, atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).Namun, AL tidak menunjukkan gejala gangguan mental tersebut, termasuk halusinasi, delusi, perilaku aneh, mimpi buruk, atau flashback."Jadi tidak ada halusinasi, delusi, dan perilaku yang aneh. Kemudian tidak dijumpai PTSD seperti mimpi buruk atau flashback berdasarkan ingatan pada fenomena tertentu," ungkap Irna.Irna juga menganalisis kemungkinan conduct disorder, namun tidak ditemukan pada AL, karena ia tidak menunjukkan perilaku melanggar aturan, melukai binatang, atau merusak barang."Tetapi hal ini lazim terjadi pada anak-anak remaja. Jadi kalau dilihat kemungkinan terjadinya peristiwa ini bukan karena adanya gangguan kesehatan mental," ucap Irna.Meski demikian, AL teridentifikasi memiliki emosi yang labil, keinginan agresif yang cukup tinggi, empati yang kurang berkembang, serta kurangnya interaksi sosial."Tapi lebih ke arah pengalaman kekerasan yang dialami dan disaksikan. Kekerasan itu bukan hanya dari keluarga tetapi juga melalui tontonan yang dia lihat," sambungnya.Baca juga: Temuan Laboratorium Forensik Terkait Kasus Anak Bunuh Ibu di Medan, DNA Korban di Gagang PisauKombes Calvin menyampaikan, sebelum kejadian, korban F bersama kedua anaknya tidur di kamar lantai satu.AL dan korban tidur di kasur bagian atas, sementara kakak AL tidur di kasur bawah. Suami korban beristirahat di lantai dua.Pada Rabu sekitar pukul 04.00 WIB, AL bangun, mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban yang sedang tertidur."Adik (AL) mengambil pisau, membuka bajunya, dan melukai korban," kata Calvijn saat konferensi pers di Polrestabes Medan pada Senin .
(prf/ega)
Psikolog Ungkap Kondisi Mental Anak yang Bunuh Ibu di Medan
2026-01-11 14:49:03
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:06
| 2026-01-11 14:31
| 2026-01-11 14:06
| 2026-01-11 13:29
| 2026-01-11 13:07










































