Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan: 11 Kecamatan Terdampak dan 8 Orang Meninggal

2026-01-11 23:40:55
Banjir dan Longsor di Tapanuli Selatan: 11 Kecamatan Terdampak dan 8 Orang Meninggal
– Banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, meluas hingga mencakup 11 kecamatan yang menyebabkan korban jiwa, permukiman rusak, serta ribuan warga harus mengungsi.Bencana ini terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Senin pagi waktu setempat.Dikutip dari Antara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Selatan mencatat, bencana di Tapanuli Selatan mulai terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.Baca juga: 6 Jasad Korban Banjir Bandang Tapanuli Selatan Belum Dikebumikan, Akses Tertutup dan Cuaca BurukDalam laporan resmi yang disampaikan BPBD Tapanuli Selatan yang dipimpin Julkarnaen Siregar, sedikitnya 11 kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor, yaitu:Sejumlah titik di kecamatan tersebut mengalami banjir, sementara kawasan lain tertimbun material longsor yang menyebabkan akses jalan warga terganggu.Dikutip dari Kompas.tv, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut bahwa banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan bagian dari rangkaian bencana hidrometeorologi yang juga terjadi di Sibolga, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Tengah.“Dari wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, bencana banjir dan tanah longsor telah menyebabkan delapan warga meninggal dunia, 58 luka-luka dan 2.851 warga terpaksa harus mengungsi,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Banjir Bandang Terjang Tapanuli Selatan Bawa Kayu Besar dan BatuDok. Kecamatan Batangtoru Korban Longsor di Desa Hapesong Baru, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan. Hingga, Rabu sedikitnya, 8 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.Berdasarkan laporan BPBD Tapanuli Selatan yang dikutip Antara, delapan warga meninggal dunia akibat bencana ini, meliputi satu orang dari Kecamatan Sipirok, satu orang dari Angkola Barat, dan enam orang dari Batangtoru.Selain itu, puluhan warga lainnya mengalami luka berat maupun ringan akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan.Ada satu korban luka dari Sipirok, satu dari Angkola Barat, serta 56 orang dari Batangtoru.Hingga Selasa , sekitar 3.000 kepala keluarga terpaksa mengungsi, karena rumah mereka terendam atau wilayah permukiman sudah tidak aman lagi akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Selatan.BPBD Tapanuli Selatan bersama TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Basarnas melakukan kaji cepat, mengevakuasi warga, serta membantu korban yang terjebak banjir dengan perahu karet.Baca juga: Banjir Bandang Tapanuli Tengah: Kepala Puskesmas Bingung karena Jenazah Korban MenumpukSalah satu titik terdampak banjir dan tanah longsor di Tapanuli Selatan adalah Dusun Sibara-bara, Pardomuan–Setia Baru, Desa Simataniari, Kecamatan Angkola Sangkunur.Kepala Desa Simataniari, Hasian Harahap, menyebut ratusan warga di wilayahnya telah dua hari bertahan di pengungsian dengan fasilitas terbatas.


(prf/ega)