Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri Penjelasan

2026-01-11 14:34:22
Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri Penjelasan
KEDIRI, - Keberadaan sebuah patung macan di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menyita perhatian publik, terutama di dunia maya.Bentuk patung macan hitam putih berukuran panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, serta tinggi keseluruhan termasuk pondasi tumpuan 2,5 meter itu menjadi sorotan. Bentuk patung yang baru saja selesai pembangunan tersebut dianggap gagal menghadirkan sosok harimau karena tidak mewakili penampakan sebagaimana wujud realita harimau pada umumnya.Baca juga: Museum Daerah Mulai Dibuka, Bupati Kediri Bakal Wajibkan Siswa Datang BerkunjungSelain itu, bentuknya juga tidak proporsional. Lebih mirip gabungan dari hewan kuda nil, zebra, dan tapir.Namun demikian, tak sedikit yang mempunyai sudut pandang berbeda bahkan mengapresiasinya. Kubu ini memandangnya sebagai sebuah luapan ekspresi seni."Kalau aliran surealis, ya suka-suka seniman pematungnya. Juga ada ekspresionisme, yang enggak melulu meniru alam,” ujar M Prastiyo, seorang pelaku seni, Minggu .Oleh sebab itu, pria yang akrab dengan sapaan Cak Mad ini mengatakan, perlu ditinjau latar belakang dan fungsi pembuatan patung tersebut untuk mengetahui kejelasannya.“Makanya perlu dicek latarbelakang dan fungsi maupun kesepakatan awal pembangunan patung tersebut,” ucap Cak Mad.Sementara itu, Kepala Desa Balongjeruk, Safii mengatakan, pembuatan patung tersebut merupakan inisiatifnya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan melalui sejumlah rapat desa.“Tujuannya adalah untuk mengangkat legenda desa sebagai ikon desa. Kebetulan desa kami ada legenda macan putih,” ujar Safi’i pada Kompas.com, Sabtu .Baca juga: Peserta Rapat Konsultasi Syuriah PBNU Mulai Berdatangan di Lirboyo Kediri Safi'i mengatakan, niatan awal pembangunan patung tersebut cukup mulia karena untuk menjunjung tinggi legenda desa yang selama ini terpelihara secara turun temurun melalui tutur lisan.Untuk itu, dia berupaya mengangkatnya menjadi ikon desa supaya mempertegas cerita tersebut sekaligus sebagai pengingat bagi generasi selanjutnya.Atas niatan itu pula, dirinya mulai mencari pembuat patung. Kebetulan terdapat warga setempat yang juga selama ini dikenal sebagai pembuat patung.Patung yang terbuat dari campuran besi dan semen tersebut mulai dikerjakan bulan lalu dan berhasil selesai dalam tenggat waktu 18 hari.“Namun ternyata setelah selesai, banyak mendapatkan respons dari masyarakat,” ujar Safi'i.Baca juga: Patung Bung Karno Setinggi 9 Meter di Istana Gebang Akan Diganti


(prf/ega)