Dengar Harga Beras Melonjak di Aceh, Mentan: Aku Telepon, Langsung Kirim Beras ke Sana

2026-02-03 15:49:06
Dengar Harga Beras Melonjak di Aceh, Mentan: Aku Telepon, Langsung Kirim Beras ke Sana
JAKARTA, - Menteria Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, menyatakan akan langsung menelepon dan mengirim pasokan beras ke Aceh Tengah setelah mendengar harga beras di daerah tersebut melonjak tinggi.Pernyataan itu Amran sampaikan saat dimintai tanggapan terkait informasi harga beras di Aceh Tengah melonjak hingga Rp 500.000 per 15 kilogram.Aceh Tengah menjadi salah satu daerah yang terdampak banjir besar pekan lalu.“Sebentar lagi kita pisah aku telepon, langsung kirim beras pasok ke sana,” ujar Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Selasa .Baca juga: Mentan Amran Dorong Hilirisasi Gambir dengan Nilai Potensi Rp 500 TriliunMeski memandang tidak mungkin harga beras hingga Rp 500 ribu per 15 kilogram, Amran menyatakan pihaknya akan tetap mengirimkan pasokan beras ke Kabupaten Aceh Tengah.Menurutnya, pasokan beras bisa dikeluarkan karena sebenarnya stok beras ada di gudang-gudang daerah titik bencana.“Tapi kami pasok karena ada beras di lokasi,” ujar Amran.Amran mengaku, telah menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Pratikno, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).Dalam rapat itu, Amran menyampaikan telah memberikan kelonggaran administrasi dalam aturan pengeluaran stok cadangan beras untuk korban bencana.Amran mencontohkan, dihubungi Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar karena daerahnya yang diterjang banjir kekurangan beras.“SMS saya, kami langsung balas, keluarkan beras. Tanda tangan kami menyusul karena ini darurat,” ujar Amran.Baca juga: Buah Lapor Pak Amran: Pegawai Nakal Dipecat, Impor Beras Ilegal DisitaMenurutnya, kelonggaran administrasi itu diberikan untuk semua daerah terdampak banjir Sumatera, baik di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).“Supaya jangan ada saudara kita kelaparan. Sekali lagi, kami pastikan beras tercukupi,” tutur Amran.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Namun, mengingat harga merupakan aspek yang sensitif bagi beberapa pasar berkembang, seperti Indonesia maupun India, vendor ponsel kabarnya bakal menggunakan strategi lain, selain kenaikan harga.Menurut bocoran yang dibagikan di blog Naver Korea Selatan, vendor ponsel kemungkinan memangkas RAM HP. Karena itu, beberapa ponsel dengan RAM 16 GB kemungkinan menjadi produk yang cukup langka.Sebaliknya, ponsel dengan RAM 4 GB justru akan lebih mendominasi ketimbang saat ini. Bocoran itu juga menyebutkan bahwa ponsel dengan RAM 12 GB bisa dipangkas hingga 40 persen, hingga menjadi 6 GB atau 8 GB. Sementara model yang biasanya dibekali RAM 8 GB, dipotong hingga 50 persen menjadi 4 GB atau 6 GB.Sayangnya, walaupun konfigurasi RAM beberapa ponsel tahun depan dipangkas, harganya tetap lebih mahal dibanding model sebelumnya, dilansir Gizmochina.Adapun kenaikan harga HP terjadi sebagian besar karena meningkatnya pemintaan memori di berbagai industri termasuk untuk data center kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga menimbulkan kelangkaan pasokan.Hal tersebut juga diamini oleh Xiaomi, hingga menyatakan bahwa harga produknya tahun depan meningkat.Baca juga: Ini Sebab Harga Memori RAM di Indonesia NaikXiaomi sudah mengumumkan rencana kenaikkan harga smartphone baru mulai tahun depan. Pengumuman ini disampaikan oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing dalam konferensi pers terkait laporan pendapatan perusahaan pada November 2025 lalu.Ia mengataka bahwa keputusan ini diambil karena semakin mahalnya harga chip memori, akibat melonjaknya permintaan untuk server kecerdasan buatan (AI).Tingginya permintaan chip memori untuk server juga membuat perusahaan seperti Samsung, memangkas produksi chip memori termasuk untuk ponsel, dan mengalihkannya ke memori bandwidth tinggi (high bandwidth memory).Xiaomi Redmi Note 15 Pro 5G.

| 2026-02-03 16:01