PADANG, — Jika berkunjung ke Payakumbuh dan ingin mencari kuliner rendang khas Minangkabau, Toko Rendang Biyan bisa menjadi pilihan. Toko ini terletak di Kampung Jamur Payolinyam, tak jauh dari pusat kota.Sebuah rumah bercat hijau itu disulap menjadi toko yang menjual 14 varian rendang, mulai dari rendang daging, paru, hingga jamur. Kini, produk Rendang Biyan dikemas modern, higienis, dan tahan lama, lengkap dengan izin usaha serta label halal.Bahkan dalam waktu dekat, produk ini juga akan menampilkan informasi kandungan gizi pada kemasannya.Semua kemajuan itu tak lepas dari pendampingan akademisi Universitas Andalas, Prof Ratni Prima Lita, Dr Verinita, dan Dr Daimon Sukri, serta akademisi Universitas Bung Hatta Padang, Dr Reni Yulifiona.Baca juga: Dari Urban Farming Menjadi Identitas, Kisah Sukses Kampung Jahe Merah di MalangDulunya, Rendang Biyan hanya dijual dari rumah ke rumah sesuai pesanan. Kini, usahanya berkembang dengan memiliki toko dan cabang di Batam, serta pelanggan dari seluruh penjuru nusantara. Produk ini bahkan tengah bersiap menembus pasar internasional.“Ini berawal dari usaha keluarga yang menjual jamur tiram, dan salah satu produknya rendang jamur,” kata Suryani, pemilik Rendang Biyan, saat dihubungi Kompas.com, Selasa .Rendang Biyan mulai melebarkan usaha pada 2019 dengan menjual rendang daging dan paru. Namun, pandemi Covid-19 membuat usaha tersebut hampir gulung tikar.“Akibat pandemi Covid-19 itu membuat kita tidak bisa berbuat apa-apa. Rendang yang dibuat sesuai pesanan saja. Jumlahnya tak seberapa,” ujar Suryani.Setelah pandemi berakhir pada 2022, Suryani kembali bangkit.“Saya beranikan diri dengan menambah modal untuk mengembangkan usaha,” katanya.Ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, terutama dalam bidang pemasaran, untuk memperluas pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional.“Izin usaha kita buat, kita dapatkan label halal. Lalu kemasan kita buat semenarik mungkin,” tambah Suryani.Tahun 2024 menjadi tonggak penting. Rendang Biyan terus berkembang dan membuka cabang baru di Batam, Kepulauan Riau.Baca juga: Siska Nirmala: Kisah Sukses Toko Nol Sampah di BandungPada Oktober 2025, Rendang Biyan bersama Rendang Wosugi mendapat pendampingan dari akademisi Universitas Andalas dan Universitas Bung Hatta.“Pendampingan ini sangat bermanfaat untuk peningkatan mutu dan pemasaran produk kita,” ujar Suryani.
(prf/ega)
Bangkit dari Pandemi, Suryani Jadikan Rendang Biyan Ikon Payakumbuh dan Menuju Ekspor
2026-01-11 04:18:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 04:14
| 2026-01-11 03:08
| 2026-01-11 02:27
| 2026-01-11 02:24
| 2026-01-11 02:13










































