MAKASSAR, - Orang tua dari Bilqis Ramdhani (4), korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas provinsi, mengaku sang anak mengalami perubahan perilaku setelah peristiwa penculikan yang sempat menghebohkan masyarakat Makassar.Ayah Bilqis, Dwi Nurmas (34), mengatakan perubahan itu tampak dari sikap Bilqis yang kini lebih agresif saat menginginkan sesuatu.Hal itu disampaikannya saat petugas dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar berkunjung ke rumahnya di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam.“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif berbeda dengan kemarin-kemarin,” kata Dwi.Baca juga: Ayah Bilqis Usai Para Pelaku Penculikan Ditangkap: Sebagai Manusia Saya Maafkan...Dwi menuturkan bahwa Bilqis memang dikenal hiperaktif dan mudah akrab dengan orang lain.“Perubahannya hanya itu lebih agresif. Seperti kalau ada yang dia inginkan lebih agresif daripada sebelumnya. Misalnya itu kalau minta mainan,” ujarnya.Dwi juga sempat bertanya langsung kepada Bilqis tentang pengalaman selama berada di lingkungan Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi.“Dia sebut ada anjing, ada bayi-bayi seumurannya. Saya tanya, tidur di mana nak? Dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak-bapak itu saya begitu. Makan apa di sana? Dia bilang makan mi,” beber Dwi.Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan kunjungannya ke kediaman Bilqis dilakukan untuk memberikan layanan trauma healing.Langkah ini menjadi penanganan awal agar Bilqis tidak mengalami trauma berkepanjangan pasca penculikan.“Penanganan trauma healing lebih kepada pendekatan ke anak, jangan sampai ada trauma. Ini tahap pertama, kita tadi asesmen, kemudian kami konseling juga," ungkap Ita.Ita juga mengakui bahwa hasil asesmen awal belum dapat memastikan kondisi psikologis Bilqis sepenuhnya pulih.“Tetapi (hasilnya) belum bisa kami jawab sekarang karena namanya anak-anak kita tidak bisa paksakan. Ada tahap-tahap selanjutnya,” bebernya.Bilqis dilaporkan hilang pada Minggu saat bermain di kawasan Taman Pakai Sayang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.Setelah penyelidikan intensif oleh kepolisian, Bilqis akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat di kawasan Suku Anak Dalam (SAD), tepatnya di SPE Gading Jaya, Kecamatan Tabir Selatan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, pada Sabtu malam.Polisi mengungkap, Bilqis dijual dengan harga sekitar Rp 80 juta oleh jaringan pelaku lintas provinsi.Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat orang tersangka, yaitu:Keempatnya diduga terlibat dalam jaringan perdagangan anak lintas provinsi yang memperjualbelikan korban secara ilegal.
(prf/ega)
Ada Perubahan Perilaku Bilqis Usai Peristiwa Penculikan, Ayah: Agak Kasar
2026-01-12 06:25:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:25
| 2026-01-12 06:21
| 2026-01-12 05:36
| 2026-01-12 04:24










































