- Pemerintah menyiapkan skema anggaran pemulihan bencana untuk warga terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera, dengan estimasi bantuan per rumah yang sudah disetujui Presiden Prabowo Subianto.Persetujuan itu diberikan dalam rapat koordinasi di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, saat Prabowo menerima laporan penanganan pengungsi dan rencana pembangunan hunian di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat.Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan jumlah rumah rusak masih didata bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan belum bersifat final.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Utara, dari BPBD, PMI, hingga Damkar"Per hari ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah," kata Suharyanto, Minggu , seperti dikutip Kompas.com.Data BNPB menyebut kerusakan mencakup kategori ringan, sedang, hingga berat, termasuk rumah yang hilang tersapu banjir.BNPB menyiapkan dua skema hunian bagi pengungsi, yakni hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai bagian pemulihan Sumatera.Huntara diusulkan dibangun Satgas Penanggulangan Bencana TNI/Polri, sedangkan huntap ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.“Kemudian yang tidak pindah, karena mungkin banjirnya, dampaknya tidak terlalu besar bagi keluarga itu, sehingga tidak harus pindah, tetapi rumahnya rusak, kami perbaiki oleh satgas BNPB,” kata Suharyanto.Baca juga: Nomor Telepon Darurat di Sumatera Barat, dari BPBD, PMI, hingga DamkarBNPB mengajukan angka Rp 60 juta per rumah sebagai dasar estimasi anggaran pemulihan bencana bagi hunian tetap.Persetujuan Prabowo atas nilai tersebut menjadi acuan bantuan per rumah bagi keluarga terdampak bencana Sumatera yang rumahnya rusak atau hancur.Dalam rapat itu, Presiden memastikan kembali apakah estimasi anggaran per rumah tersebut memadai untuk kebutuhan pembangunan hunian tetap.“Ini hunian tetap anggaran Rp 60 juta cukup?” tanya Presiden ke Suharyanto.Kepala BNPB menjawab bahwa angka tersebut selama ini dinilai mencukupi, meski opsi penambahan tetap terbuka.“Selama ini cukup, tetapi kalau memang Bapak Presiden ingin menambahkan kami lebih senang,” kata Kepala BNPB.Suharyanto menegaskan anggaran Rp 60 juta per rumah berlaku bagi korban yang tidak direlokasi, sehingga penerima masih dapat menambah biaya secara mandiri, jika ingin memperkuat bangunan.Baca juga: Prabowo Tambah Bantuan Banjir Sumatera Jadi Rp 4 M per Daerah, Pengamat: Sangat Kecil Jelas, Tidak Cukup
(prf/ega)
Bencana Sumatera: 961 Korban Tewas, Bantuan Rp 60 Juta per Rumah Disiapkan
2026-01-11 02:06:15
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 13:12
| 2026-01-11 13:08
| 2026-01-11 12:48
| 2026-01-11 12:39
| 2026-01-11 12:38










































