Tren Mobil Listrik di Indonesia Mirip Awal Pertumbuhan China

2026-01-12 07:17:06
Tren Mobil Listrik di Indonesia Mirip Awal Pertumbuhan China
JAKARTA, - Tren kendaraan ramah lingkungan di Indonesia dinilai terus menunjukkan perkembangan positif.Meski pasar mobil nasional tengah mengalami perlambatan, minat konsumen terhadap kendaraan listrik dan hybrid, yang dikategorikan sebagai New Energy Vehicle (NEV), justru terus meningkat.Asisten Presiden Direktur Chery Sales Indonesia (CSI), Zeng Shuo, mengatakan kondisi ini menjadi sinyal perkembangan segmen industri otomotif baru yang mulai tumbuh di dalam negeri.Baca juga: Rapor Penjualan Mobil Astra, Toyota dan Daihatsu Jadi Penopang“Kita lihat tren yang menarik di Indonesia adalah mobil listrik dan hybrid. Total market sedikit mengalami perlambatan, tapi share untuk hybrid maupun listrik justru naik. Itu satu sinyal positif,” ujar Zeng Shuo, di Bintaro, Selasa .Foto: Chery Chery mengumumkan kemitraan strategis dengan Voltron, salah satu operator Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) terbesar di Indonesia.Menurutnya, perkembangan ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan penjualan mobil listrik dan hybrid itu sendiri, tetapi juga akan berpengaruh terhadap rantai industri pendukung, termasuk produksi baterai dan ekosistem komponennya.Ia mencontohkan platform Chery Super Hybrid yang menggunakan baterai berkapasitas di atas 18 kWh.Kebutuhan baterai berukuran lebih besar ini diprediksi akan mendorong peningkatan produksi baterai lokal di masa mendatang.“Kalau power battery naik, maka industri hulu dan value chain terkait juga akan ikut berkembang di Indonesia. Ini akan memberi efek berlapis, dan saya pikir ini akan membuat ekonomi Indonesia lebih kuat,” kata dia.Zeng Shuo menyebut perkembangan pasar NEV di Indonesia memiliki kemiripan dengan fase awal adopsi kendaraan listrik di China./Gilang Berkunjung langsung ke pabrik Chery di Wuhu, China.Pada 2010, penjualan kendaraan listrik di negara tersebut masih rendah.Namun, dalam rentang 15 tahun, penetrasinya tumbuh hingga melampaui 50 persen dari total penjualan mobil baru.Baca juga: SPKLU Center Hadir di Yogyakarta, Punya 8 Unit Ultra Fast Charger“Di China setiap tahun ada sekitar 26 juta penjualan mobil baru. Dengan share lebih dari 50 persen, berarti sekitar 13 juta kendaraan memakai baterai. Itu artinya masyarakat sudah menerima dan menyukai teknologi baru,” ujarnya.Ia melihat arah kebijakan pemerintah Indonesia juga mendukung adopsi kendaraan listrik, diikuti peningkatan minat konsumen terhadap teknologi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.Walaupun demikian, ia mengakui harga masih menjadi faktor pertimbangan utama bagi pembeli di Indonesia.Namun, semakin banyak model NEV yang masuk pasar secara bertahap, pilihan semakin luas, dan harga cenderung lebih kompetitif.Dengan melihat tren tersebut, Chery menilai pasar kendaraan listrik dan hybrid di Indonesia masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.Ekosistem industri, rantai suplai, dan penerimaan konsumen menjadi faktor yang bergerak saling mendukung.“Itu salah satu kenapa kita masih positif, optimis untuk masa depan Indonesia,” ujar Zeng.


(prf/ega)