Terima Kontainer Cengkih Terkontaminasi Cs-137, Pelabuhan Tanjung Perak Beroperasi Normal

2026-01-12 02:33:02
Terima Kontainer Cengkih Terkontaminasi Cs-137, Pelabuhan Tanjung Perak Beroperasi Normal
SURABAYA, - Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya masih beroperasi seperti biasa, setelah munculnya isu kontainer berisi cengkih terkontaminasi zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137).Kabar itu muncul setelah Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cs-137 dan Masyarakat Berisiko Terdampak mengeluarkan peringatan.Satgas tersebut menemukan bagian dalam kontainer milik PT NJS terkontaminasi Cs-137 dengan ukuran relatif kecil.Zat radioaktif itu terdapat di produk cengkih yang dikirim.Baca juga: Berapa Lama Warga Cikande Harus Mengungsi dari Zona Merah Radiasi Cesium-137?Kontainer tersebut tiba di Terminal Petikemas Tanjung Perak Surabaya pada Sabtu , sekitar pukul 22.00 WIB.Menanggapi hal itu, Superintenden Komunikasi Korporat dan Hubungan Investor PT Terminal Petikemas Surabaya, Ardiansyah membenarkan bahwa cengkih yang dikembalikan dari Amerika Serikat (AS) itu tiba di Tanjung Perak. “Pelaksanaan kegiatan pembongkaran produk ekspor yang dikembalikan ke dalam negeri karena terpapar Cesium dilakukan di Terminal Petikemas Surabaya," kata Ardiansyah saat dikonfirmasi, Selasa .Akan tetapi, kata dia, proses tersebut tidak membuat Pelabuhan Tanjung Perak ditutup. Bahkan, aktivitas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) masih berjalan normal.“Atas aktivitas tersebut, tidak ada penutupan pelabuhan ataupun penghentian aktivitas bongkar muat dan pelayanan kegiatan lainnya di TPS Surabaya. Kegiatan pelayanan bongkar muat tetap berlangsung normal dan seluruh pengguna jasa dilayani dengan baik,” ucapnya.Baca juga: 28 Orang yang Tinggal di Zona Merah Radiasi Cesium-137 di Cikande DirelokasiAdapun proses bongkar peti kemas yang mengandung Cesium diawasi oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).Seluruh aktivitas tersebut dinyatakan aman. “Pelayanan bongkar atas produk yang terpapar cesium dilakukan dengan pengawasan ketat dari Bapeten dan dinyatakan aman dalam proses bongkar peti kemas,” katanya. Ardiansyah mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah menangani cengkih terkontaminasi Cesium itu sesuai prosedur, yakni dengan langsung mengeluarkannya dari dalam area terminal.“Selanjutnya, produk ekspor yang terkontaminasi cesium tidak ditumpuk di dalam terminal, melainkan langsung dibawa keluar TPS Surabaya/Truck Losing," ujarnya.“Sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) penanganan container IMO Class 1 eksplosif dan IMO Class 7 radioaktif, untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” kata dia. 


(prf/ega)