Gus Fawait Akan Lapor ke Prabowo soal Warga Miskin Ekstrem di Tengah Lahan BUMN

2026-01-12 06:31:33
Gus Fawait Akan Lapor ke Prabowo soal Warga Miskin Ekstrem di Tengah Lahan BUMN
JEMBER, – Bupati Jember Muhammad Fawait akan segera melapor kepada Presiden Prabowo Subianto tentang persoalan kemiskinan ekstrem yang ada di wilayahnya. Terutama, kemiskinan ekstrem ada yang di tengah lahan BUMN.Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember tidak bisa menyelesaikan kemiskinan ini dengan sendirian. Butuh kerja sama semua pihak untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem yang cukup tinggi di Jember.“Kami tidak lelah-lelah untuk melaporkan kepada pemerintah pusat terkait masalah kondisi di Jember yang memiliki masyarakat miskin ekstrem,” katanya kepada Tim Ekspedisi Nusaraya Kompas.com, Senin . Baca juga: Warga Miskin Ekstrem di Lahan BUMN Butuh Solusi, Apa Jawaban Perhutani?Menurut Gus Fawait, kemiskinan ekstrem di Jember merupakan suatu hal yang ironi. Sebab, Jember kaya akan sumber daya alam dan manusia.“Ini sebetulnya ironi bagi kami di Jember, karena dengan sumber daya yang besar, baik alam, manusia, dan kami juga punya kampus besar, pendidikan banyak, SMK yang banyak, tapi justru kami mempunyai kemiskinan ekstrem tertinggi se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait.Kemiskinan ekstrem ini berdampak pada sektor lainnya, seperti dampak sosial dan kesehatan. Gus Fawait menyebut, angka kematian bayi dan angka stunting di Jember tinggi salah satunya adalah akibat tingginya angka kemiskinan ekstrem.Baca juga: BUMN Ini Buka Peluang Kerja Sama dengan Pemerintah Atasi Kemiskinan Ekstrem di Lahan Hutan“Contoh dampak kesehatan, kita di Jember hari ini memiliki angka kematian ibu yang tinggi, bahkan tertinggi di Jawa Timur. Angka kematian bayi tertinggi di Jawa Timur. Angka stunting kami tertinggi di Jawa Timur,” jelasnya.Menurut Gus Fawait, angka kematian ibu hamil, angka kematian bayi dan angka stunting menjadi tinggi karena masyarakat tidak mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Salah satu penyebabnya adalah persoalan biaya karena mereka miskin ekstrem.“Maka kita bisa lihat bahwa Jember hari ini darurat kemiskinan ekstrem dan darurat dampak sosial dan kesehatan terkait miskin ekstrem,” katanya.Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jember, angka kemiskinan di Jember mencapai 222.254 jiwa atau 54.284 KK. Sebagian dari mereka yang tergolong miskin ekstrem berada di lahan hutan sebanyak 83.829 jiwa atau 19.886 KK dan berada di lahan perkebunan sebanyak 22.043 jiwa atau 5.325 KK.


(prf/ega)