PM Australia Tak Terima Penembakan Bondi Beach Dikaitkan dengan Pengakuan Palestina

2026-01-12 06:23:53
PM Australia Tak Terima Penembakan Bondi Beach Dikaitkan dengan Pengakuan Palestina
CANBERRA, – Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menolak keras tuduhan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang mengaitkan pengakuan Australia terhadap negara Palestina dengan serangan antisemit di Bondi Beach, Sydney.Albanese menegaskan, tidak ada hubungan antara keputusan diplomatik tersebut dan tragedi berdarah yang terjadi pada pada Minggu .“Tidak, saya tidak (menerima),” jawab Albanese saat ditanya apakah ia menerima “adanya kaitan antara pengakuan negara Palestina dengan pembantaian di Bondi Beach. Baca juga: Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum SeranganIa menambahkan bahwa pengakuan terhadap negera Palestina yang merupakan bagian dari solusi dua negara dapat membawa perdamaian di Timur Tengah.AFP/DAVID GRAY Barang-barang milik anggota komunitas Yahudi terlihat di lokasi penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Dua pria bersenjata yang menembak dan membunuh 15 orang dalam perayaan Yahudi di Pantai Bondi pada Minggu adalah seorang ayah berusia 50 tahun dan putranya yang berusia 24 tahun, kata polisi Australia. Serangan tersebut menewaskan 15 warga Yahudi dan melukai puluhan orang lainnya ketika dua pria lokal melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang tengah merayakan Hari Raya Hanukah. Kedua pelaku ditembak polisi, salah satunya tewas di tempat.Albanese menegaskan perlunya kebersamaan dalam memerangi serangan antisemit.“Ini adalah momen persatuan nasional di mana kita harus bersatu. Kita perlu merangkul anggota komunitas Yahudi yang sedang melalui masa yang sangat sulit,” ujarnya.“Tugas saya adalah menegaskan bahwa warga Australia secara luas berdiri bersama komunitas Yahudi di masa sulit ini,” imbuhnya.Hubungan Australia dan Israel memanas sejak Agustus lalu, ketika Israel mencabut visa diplomat Australia di wilayah Palestina yang diduduki.Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong saat itu menyebut langkah Israel sebagai “reaksi yang tidak dapat dibenarkan, menyusul keputusan Australia untuk mengakui Palestina.”Pemerintah Australia menyatakan, pengakuan tersebut merupakan bagian dari upaya internasional terkoordinasi untuk membangun kembali momentum solusi dua negara, mendorong gencatan senjata guna menghentikan ofensif Israel di Gaza, serta pembebasan sandera yang ditawan Hamas dalam serangan 7 Oktober 2023.Namun, Netanyahu kala itu menyebut langkah Australia sebagai “absurditas” dan “hadiah bagi terorisme.”Pada Minggu lalu, Netanyahu menuduh pemerintah Albanese “tidak melakukan apa pun untuk menghentikan penyebaran antisemitisme di Australia.”“Kami saat ini mengkhawatirkan rakyat kami, keselamatan kami, dan kami tidak akan diam. Kami melawan mereka yang berusaha memusnahkan kami,” kata Netanyahu.


(prf/ega)