Mengapa Desember Selalu Terasa Datang Lebih Cepat? Ini Penjelasannya

2026-01-12 05:04:58
Mengapa Desember Selalu Terasa Datang Lebih Cepat? Ini Penjelasannya
- Tanpa terasa Desember sudah tiba lagi? Ke mana perginya bulan-bulan sebelumnya? Baru kemarin rasanya kita sibuk merayakan Tahun Baru, tiba-tiba sekarang sudah berada di ujung tahun. Fenomena tempus fugit, “waktu yang terasa terbang” ini hampir selalu kita rasakan setiap akhir tahun.Ternyata, ada penjelasan ilmiah di balik kesan bahwa waktu—terutama menuju Desember—terasa makin cepat berlalu dari tahun ke tahun. Kuncinya ada pada cara otak manusia memahami dan “menghitung” waktu.Istilah time perception atau persepsi waktu sebenarnya agak menyesatkan. Berbeda dengan warna, suara, rasa, atau sentuhan, waktu bukanlah sesuatu yang bisa ditangkap langsung oleh indera manusia.Saat kita melihat warna, mata mendeteksi panjang gelombang cahaya. Saat mendengar suara, telinga menangkap frekuensi gelombang bunyi. Namun, tidak ada “partikel waktu” yang bisa ditangkap otak. Karena itu, otak tidak merasakan waktu. Otak menyimpulkan waktu.Menurut Hinze Hogendoorn, Profesor Visual Time Perception dari Queensland University of Technology, otak bekerja seperti jam—tetapi dengan cara yang sangat berbeda.Jam mengukur waktu lewat detakan yang teratur. Otak tidak memiliki “detakan” semacam itu. Sebagai gantinya, otak menghitung dan mengamati perubahan. Semakin banyak hal baru yang terjadi, semakin panjang waktu terasa.Itulah sebabnya gambar yang berkedip-kedip terasa berlangsung lebih lama dibanding gambar statis dengan durasi yang sama. Sama hanya, peristiwa intens seperti kecelakaan sering membuat waktu terasa melambat.Dalam sebuah studi terkenal, peserta penelitian dijatuhkan ke jaring dari ketinggian lebih dari 30 meter. Setelahnya, mereka diminta memperkirakan durasi jatuh mereka sendiri dan durasi jatuh orang lain. Hasilnya mengejutkan: Mereka menilai pengalaman jatuh sendiri lebih dari sepertiga lebih lama dibanding jatuh orang lain.Pengalaman langsung yang menegangkan meningkatkan kewaspadaan dan perhatian, sehingga otak menyimpan memori yang lebih padat dan kaya. Saat menengok kembali, otak “mengira” waktu yang berlalu jauh lebih lama dari kenyataannya.Baca juga: Mengapa Waktu Terasa Semakin Cepat Saat Usia Kita Bertambah? Untuk memahami ke mana perginya November dan sisa tahun, kita perlu membedakan dua cara otak menilai waktu:Setiap anak tahu bahwa menunggu di ruang praktik dokter gigi terasa lama, sementara bermain dengan mainan baru terasa cepat. Alasannya sederhana: perhatian.Semakin kita memperhatikan waktu itu sendiri, semakin lambat ia terasa. Sebaliknya, saat pikiran kita sibuk—entah oleh pekerjaan, hiburan, atau tantangan—waktu seakan menghilang begitu saja.Pepatah “waktu berlalu cepat saat kita bersenang-senang” sebenarnya kurang lengkap. Tidak harus menyenangkan. Yang penting, pikiran kita teralihkan dari waktu.Cobalah menatap jam selama lima menit tanpa melakukan apa pun. Waktu akan terasa sangat panjang. Kebosanan adalah cara paling efektif untuk memperlambat waktu—meski sangat tidak menyenangkan.Baca juga: Kenapa Waktu Terasa Cepat Berlalu Saat Kita Bersenang-senang?Fenomena ini juga menjelaskan ungkapan populer: hari terasa panjang, tetapi tahun terasa pendek—terutama saat kita bertambah usia.


(prf/ega)