BUMN Mulai Bangun 15 Ribu Hunian Buat Korban Banjir Sumatera, Ada Wifi hingga Air Bersih

2026-02-04 17:48:34
BUMN Mulai Bangun 15 Ribu Hunian Buat Korban Banjir Sumatera, Ada Wifi hingga Air Bersih
JAKARTA, - Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengungkapkan perkembangan terbaru dari percepatan penyediaan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir-longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Teddy menjelaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah memulai pembangunan 15 ribu hunian. Hal tersebut Teddy sampaikan usai bertemu dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Kepala BP BUMN Dony Oskaria di kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Sabtu malam.Baca juga: Banjir Sumatera: Ketika Data Tidak Menyelamatkan Nyawa "Dalam pertemuan tersebut dibahas Danantara sudah memulai pembangunan 15.000 rumah dari BUMN," ujar Teddy dalam akun Indtagram Sekretariat Kabinet, Minggu . Teddy memaparkan, 500 unit pertama akan selesai dalam minggu ini.Dia mengklaim hunian tersebut dilengkapi dengan sanitasi air bersih, rumah ibadah, listrik, jaringan Wi-Fi, serta fasilitas untuk anak-anak."Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan," ucapnya.Baca juga: Masih Ada 163 Korban Bencana Sumatera Hilang, BNPB: Kerja Tanpa Henti, Akhir Pekan dan Malam Hari Selanjutnya, Teddy mengatakan, BNPB juga telah memulai pembangunan 4.500 hunian sementara yang tersebar di 3 provinsi.Lalu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) sudah memulai pembangunan hunian tetap di tiga provinsi, di mana 2.500 unit pertama sudah dibangun pekan lalu di lahan pemerintah milik BUMN. Sedangkan 2.500 unit kedua akan mulai dibangun oleh Kementerian Perumahan pada awal minggu depan.Baca juga: 10 Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera Rampung, Ini Daftarnya"Hunian sementara dan hunian tetap ini dibangun dengan memenuhi beberapa kriteria, yakni bukan di lokasi rawan bencana, lokasinya cukup dekat dengan rumah, jalan besar, fasilitas umum serta tempat bekerja para pengguna," jelas Teddy. "Pemerintah daerah diharapkan juga berperan aktif dalam proses penyediaan lokasi dan perpindahan penghuni hunian tersebut," imbuhnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-04 16:34