Bupati Aceh Utara Ayahwa Tegas: Pejabat yang Liburan Akhir Tahun Bisa Disanksi!

2026-01-12 18:46:57
Bupati Aceh Utara Ayahwa Tegas: Pejabat yang Liburan Akhir Tahun Bisa Disanksi!
ACEH UTARA, – Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil melarang seluruh pejabat eselon empat, tiga, dan dua untuk menggunakan jatah liburan Natal dan Tahun Baru 2026. Seluruh pejabat diminta fokus membantu penanganan masyarakat pascabanjir di kabupaten tersebut.“Dari awal 27 November 2025, kita sudah larang semua pejabat keluar daerah. Tidak ada kegiatan dengan alasan apa pun berangkat ke luar daerah. Jika mendesak silakan diskusikan dengan saya atau Sekda,” kata Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa.Ayahwa menyebutkan, larangan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah agar seluruh perhatian tertuju pada pemulihan wilayah terdampak banjir. Memasuki pekan ketiga pascabanjir, menurutnya, dibutuhkan keterlibatan penuh seluruh pejabat daerah.“Minimal kantor masing-masing sudah bersih dari lumpur, bagi yang sudah beres, kita geser fokus kita ke pendataan dan penanganan pengungsi,” ujarnya.Baca juga: Saat Tawa Menjadi Penguat di Tengah Gelapnya Pengungsian Korban Banjir Aceh TamiangLarangan bepergian juga ditegaskan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Aceh Utara, Jamaluddin. Ia mencontohkan adanya kepala dinas yang meminta izin untuk menghadiri undangan acara di Jakarta, namun tidak diizinkan.“Kemarin baru saja kejadian, ada kepala dinas mau ikut acara di Jakarta. Tidak diizinkan, jadi harap fokus ke daerah dulu. Agar pulih segera,” kata Jamaluddin.Ia menegaskan, sanksi tegas akan diberikan jika ada pejabat yang kedapatan meninggalkan daerah tanpa izin.“Apalagi perginya diam-diam, tidak ada izin, itu pasti kita beri sanksi tegas. Pak Bupati intruksinya jelas, fokus ke daerah, tangani bidang masing-masing soal banjir,” ujarnya.Berdasarkan data terakhir, sebanyak 71.637 pengungsi korban banjir masih bertahan di 226 titik pengungsian. Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang masih dalam pencarian.Kerusakan juga terjadi pada sektor pertanian dan infrastruktur. Sebanyak 12 daerah irigasi dilaporkan mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier turut terdampak banjir. Seluas 14.509 hektar sawah kini tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan.


(prf/ega)