Ingin Daftar STMKG? Ini Syarat Masuk dan Fasilitas Sekolah Kedinasan BMKG

2026-02-04 22:30:31
Ingin Daftar STMKG? Ini Syarat Masuk dan Fasilitas Sekolah Kedinasan BMKG
- Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG) dapat menjadi salah satu alternatif bagi lulusan SMA/SMK/ sederajat yang ingin melanjutkan studi melalui jalur sekolah kedinasan. Selain menekankan penguasaan sains kebumian, STMKG menerapkan sistem pendidikan yang mencakup uang saku taruna dan pengelolaan asrama.Selain itu, syarat masuk STMKG relatif inklusif dibanding sekolah kedinasan lain.Lantas, apa saja persyaratan dan fasilitas STMKG sebagai gambaran calon taruna yang ingin mendaftar?Baca juga: Sekolah Kedinasan Poltekpin Kemenkum Buka Pendaftaran 2026, Cek Kuota dan Jurusan yang DitawarkanSTMKG memberikan uang saku kepada seluruh taruna dan taruni sejak tahun pertama hingga lulus. Uang saku tersebut disebut tunjangan ikatan dinas (TID) dan dibayarkan setiap bulan selama masa pendidikan.Ketua STMKG Deni Septiadi menjelaskan sumber pendanaan tunjangan tersebut. "Biayanya dari APBN. Jadi dimasukkan ke Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) APBN. Jadi dibayarkan begitu. Sampai lulus," ujar Deni, dikutip dari Kompas.com, Senin .Besaran TID pernah mengalami perubahan. Nominalnya sempat dinaikkan hingga Rp 1.050.000 sebelum akhirnya ditetapkan kembali sebesar Rp 600.000 per bulan.Baca juga: Daftar Sekolah Kedinasan Sepi Peminat untuk Persiapan 2026, Lulus jadi CPNSSelain uang saku, STMKG menyediakan fasilitas asrama bagi taruna dan taruni tingkat pertama. Asrama hanya diperuntukkan bagi dua semester awal karena keterbatasan kapasitas."Yang di asrama ini hanya tingkat satu, karena kami terbatas, baru satu tower untuk asrama. Jadi paling hanya menampung 190 taruna," jelasnya. Setelah melewati tahun pertama, sebagian besar taruna memilih tinggal di rumah kos di sekitar kampus. Meskipun demikian, aktivitas mereka tetap berada dalam pengawasan resimen dan pembina."Nanti mereka ngontrol. Jadi walaupun mereka ngekos di sana, mereka juga ada jam malamnya, enggak boleh sampai malam. Nanti saling mengingatkan yang tinggal di situ. Jadi misalnya jam 9 atau jam 10 malam mereka harus sudah ada di kos," papar Deni. Baca juga: Sekolah Kedinasan Tanpa Syarat UTBK-SNBT 2025, Ini Daftarnya untuk Persiapan 2026Dibanding sekolah kedinasan lain, syarat masuk STMKG dinilai lebih inklusif karena menekankan kemampuan akademik dan analisis sains. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-04 22:37