Zona Inti TNWK Diubah demi Perdagangan Karbon, Walhi Lampung Sebut Solusi Palsu

2026-02-03 12:45:55
Zona Inti TNWK Diubah demi Perdagangan Karbon, Walhi Lampung Sebut Solusi Palsu
LAMPUNG, – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menilai argumen perubahan zona inti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk kepentingan jasa lingkungan karbon sebagai alasan yang mengada-ada.Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, rencana perubahan zonasi di TNWK justru menjadi kemunduran dalam upaya perlindungan kawasan konservasi.“Bukan memperkuat dan mempertahankan zona inti, justru zona inti akan berubah ke zona pemanfaatan,” kata Irfan melalui pesan suara, Selasa .Menurut Irfan, dalih perubahan zonasi demi kepentingan perdagangan karbon yang disampaikan Kementerian Kehutanan justru memperlemah keberadaan kawasan konservasi.Baca juga: Fokus Perdagangan Karbon, Misi RI di COP 30 Dinilai Terlalu Jualan“Perdagangan karbon itu adalah solusi palsu di dalam penanganan perubahan iklim,” ujarnya.Ia mempertanyakan alasan pemerintah yang mengaitkan perubahan zonasi dengan jasa lingkungan karbon. Menurutnya, jika benar bertujuan untuk kepentingan tersebut, seharusnya kawasan konservasi tetap dipertahankan atau bahkan diperluas.“Kalau memang untuk skema perdagangan karbon atau aktivitas wisata, kenapa tidak di zona-zona yang di luar zona inti atau di luar zona konservasi yang sudah existing selama ini?” kata Irfan.Ia menilai, perubahan status zona inti menjadi zona pemanfaatan sama saja dengan membuka ruang eksploitasi di kawasan yang seharusnya dilindungi secara ketat.“Ini sama dengan tindakan yang bersifat eksploitatif,” ujarnya.Sebelumnya diberitakan, lebih dari 32.000 hektar zona inti Taman Nasional Way Kambas direncanakan bakal diubah statusnya menjadi zona pemanfaatan.Rencana tersebut menuai penolakan dari sejumlah aktivis lingkungan karena dinilai berpotensi mengancam ekosistem dan perlindungan satwa endemik di kawasan TNWK.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-02-03 10:52