Kemenkeu Siapkan Strategi Belanja Dini APBN 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

2026-02-03 23:39:51
Kemenkeu Siapkan Strategi Belanja Dini APBN 2026 untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, -Kementerian Keuangan berencana mempercepat realisasi belanja negara mulai awal 2026. Langkah ini ditempuh untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ancaman perlambatan ekonomi dunia.Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kondisi ekonomi global pada 2026 belum akan membaik. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan hanya 2,9 persen. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga masih berlanjut.“2026 juga tidak ada titik cerah yang lebih. Masih akan sekitar 2,9 persen pertumbuhan ekonomi global. Bahkan kalau kita lihat beberapa ancaman itu masih terus berjalan,” ujar Febrio dalam acara Ekonomi Outlook di Jakarta, Rabu .Baca juga: Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV Diprediksi Jadi yang Tertinggi Tahun IniIa menjelaskan, pemerintah ingin memanfaatkan situasi ini untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional. Selama tiga bulan terakhir, pemerintah telah menempuh sejumlah langkah kebijakan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha.Sektor manufaktur mulai menunjukkan pemulihan. Purchasing Managers’ Index (PMI) Indonesia kembali ke zona ekspansi di level 51,2, naik dari bulan sebelumnya yang sempat mendekati 50.Febrio menilai kinerja ekonomi nasional selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tergolong stabil. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen. Kuartal I tercatat 4,8 persen, kuartal II naik ke 5,12 persen.Pemerintah optimistis laju ekonomi kuartal III tetap di sekitar 5,1 persen dan berpotensi meningkat pada kuartal IV, seiring mulai berjalannya berbagai stimulus fiskal.Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal III-2025 Tumbuh 5,04 Persen, Didorong Ekspor dan Konsumsi DomestikKinerja pasar keuangan juga menguat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa kali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) per 16 Oktober 2025 turun ke 5,91 persen, terendah sejak 2021.“Ini mencerminkan kepercayaan global dan domestik terhadap tata kelola fiskal Indonesia,” kata Febrio.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kamera belakang Honor 500 Pro juga lebih canggih, dengan konfigurasi kamera utama 200 MP, kamera ultrawide 12 MP, dan kamera telefoto 50 MP dengan zoom optis 3x.Sementara Honor 500 reguler dibekali kamera utama 200 MP dan kamera ultrawide 12 MP yang sama tapi tanpa kamera telefoto.Baca juga: Honor X6b Plus Meluncur, HP Tahan Banting Harga Rp 1 JutaanSelebihnya, spesifikasi Honor 500 dan Honor 500 Pro di China sama. Keduanya kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Layar Honor 500 series diklaim punya bezel yang tipis, sekitar 1,05 mm. Layar ini juga mendukung pemindai sidik jari di bawah layar. Layar keduanya memiliki punch hole yang menampung kamera depan 50 MP.Honor Honor 500 dan Honor 500 Pro kompak dibekali layar AMOLED 6,55 inci dengan resolusi 1,5K (2.736 x 1.264 piksel), refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan hingga 6.000 nits.Untuk software, Honor 500 dan 500 Pro menjalankan sistem operasi Android 16 dilapisi antarmuka MagicOS 10.0Kedua perangkat mendukung Honor Phantom Engine. Honor mengeklaim ini memungkinkan pengalaman main game-nya bakal terasa lebih smooth dan responsif. Pasalnya, ponsel disebut dapat mempertahankan 120fps stabil dalam game MOBA populer, dengan frame rate rendah 1 persen mencapai 118,4fps dan diklaim memiliki tingkat jitter 0,00 persen.Baca juga: Honor MagicPad 3 Pro Resmi, Tablet Flagship Pertama dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5Kedua ponsel flagship Honor ini ditopang baetai jumbo sebesar 8.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat (fast charging) 80 watt via kabel, 27 watt reverse wired charging, dan 50 wall nirkabel (varian Pro saja).

| 2026-02-03 22:15