SEMARANG, – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mengungkap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Tengah pada Agustus 2025 mengalami penurunan.Kini, jumlah pengangguran di provinsi ini tercatat sebesar 1,04 juta orang, turun 7.000 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,05 juta.Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa penurunan ini sejalan dengan meningkatnya penyerapan tenaga kerja dalam setahun terakhir.Dia merinci, penduduk usia kerja (PUK) di Jawa Tengah, yakni mereka yang berusia 15 tahun ke atas, tercatat sebanyak 30,04 juta orang pada Agustus 2025.Jumlah ini meningkat 325.000 orang dibandingkan tahun sebelumnya.Dari total tersebut, sebanyak 22,34 juta orang diantaranya merupakan angkatan kerja. Angkatan kerja ini mengalami kenaikan 427.000 orang dibanding tahun lalu..Sementara itu, jumlah bukan angkatan kerja menurun sebesar 102.000 orang, menjadi 7,7 juta orang.Baca juga: TKA di Jawa Tengah Berjalan Lancar, Tak Ada Siswa Live TikTok Saat UjianAngkatan kerja kemudian terbagi menjadi kelompok: bekerja dan pengangguran.Berdasarkan data, tercatat sebanyak 21,3 juta orang telah bekerja, meningkat 434.000 orang dibandingkan tahun lalu. Sedangkan pengangguran sebanyak 1,04 juta orang yang mengalami penurunan 7.000 orang dari tahun 2024.“Sepanjang periode Agustus tahun 2024 sampai dengan Agustus tahun 2025 terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 434.000 orang,” katanya Endang saat dikonfirmasi, Rabu .Lebih detail, kelompok bekerja kemudian dibagi menjadi pekerja penuh, pekerja paruh waktu, dan setengah pengangguran.Pekerja penuh di Jawa Tengah tercatat 14,65 juta orang, mengalami penurunan sejumlah 104 ribu orang dari tahun sebelumnya.Baca juga: Pekerjaan Rumah untuk Swasembada Pangan, 62 Kampung di Jawa Tengah Siap Jadi Penopang Pangan BiruLalu, pekerja paruh waktu sebanyak 5,15 juta orang meningkat 607 ribu orang. Sementara, kategori setengah pengangguran tercatat 1,49 juta orang, menurun 69 ribu orang dari 2024.Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 26,01 persen, naik 0,21 juta orang dari tahun sebelumnya.Lalu, disusul sektor industri pengolahan dengan kontribusi 20,98 persen, naik 0,11 juta orang.Ia menjelaskan, lonjakan luas tanam dan pertumbuhan ekonomi di sektor industri menjadi faktor utama peningkatan penyerapan tenaga kerja di dua sektor ini.Baca juga: Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah Tumbuh Pesat“Untuk sektor pertanian, luas tanam ini mengalami lonjakan dari bulan Agustus 2024 dibandingkan dengan bulan Juli 2025. Lalu, untuk industri pengolahan, kalau kita lihat, naik,” katanya.
(prf/ega)
TPT di Jawa Tengah Turun, Pengaungguran Masih 1,04 Juta Orang
2026-01-12 05:04:38
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:07
| 2026-01-12 03:58
| 2026-01-12 03:24










































