Bupati Badung Janji Program Reward Lansia Diumumkan Desember 2025

2026-01-31 02:09:17
Bupati Badung Janji Program Reward Lansia Diumumkan Desember 2025
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyinggung terkait kepastian program reward bagi warga Badung lanjut usia (lansia) yang memenuhi usia harapan hidup 75 tahun ke atas. Kata Adi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung segera meluncurkan program pemberian penghargaan khusus bagi lanjut usia (lansia) di wilayahnya.Wayan Adi Arnawa menargetkan program ini akan dideklarasikan pada Desember 2025. Pemerintah memberikan reward sebesar Rp 5 juta per lansia dan diberikan saat penerima berulang tahun, yakni dalam bulan kelahirannya."Tahun 2025 ini, Desember ini, saya akan me-declare program baru bagi warga masyarakat Badung yang mampu mencapai usia 75 tahun ke atas, di saat ulang tahun dalam bulan itu. Kami akan berikan reward sebesar Rp 5 juta," tegasnya di Bala Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Sabtu (22/11/2025).Program ini disebut Adi Arnawa sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap para lansia dan diharapkan memotivasi mereka menjaga kesehatan. Pihaknya pun meminta agar lansia di Badung menjaga diri baik-baik dengan tetap menerapkan pola hidup sehat demi keberlangsungan hidup masa depan."Ini salah satu bentuk juga penghargaan kepada lansia agar benar-benar dia menjaga kesehatannya, sehingga bisa hidup panjang umur," ajak Adi Arnawa.Sebelumnya, Pemkab Badung butuh waktu mematangkan program insentif ini dengan fokus mengkaji aspek regulasi. Hal ini penting untuk memastikan program berjalan mulus tanpa melanggar ketentuan hukum.Pada wawancara awal November 2025, Adi mengatakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan, yakni pemberian penghargaan tunggal di saat lansia berulang tahun. Penghargaan ini diakumulasikan dari dana yang dialokasikan per bulan, sehingga tidak diberikan secara terus-menerus setiap bulan.Skema pemberian yang hanya sekali dalam setahun itu didasarkan pada pemikiran bahwa pemberian tersebut bersifat penghargaan, bukan tunjangan bulanan. Adi memberikan contoh perhitungan skema penghargaan ulang tahun tersebut."Ada pemikiran kemarin, ini akan diberikan setiap lansia itu berulang tahun. Jadi berbentuk penghargaan. Kalau penghargaan itu kan sekali, enggak mungkin terus-menerus," papar Adi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-31 01:47