Gotong Royong sebagai Nilai Pancasila, Ini Contohnya di Sekolah dan Masyarakat

2026-01-12 06:41:54
Gotong Royong sebagai Nilai Pancasila, Ini Contohnya di Sekolah dan Masyarakat
- Dalam beberapa waktu terakhir, istilah gotong royong menjadi sorotan. Di berbagai daerah, masyarakat saling membantu saat menghadapi kesulitan seperti banjir dan bencana alam lainnya.Warga bekerja bersama membersihkan lingkungan, menyalurkan bantuan, dan mendukung sesama yang terdampak.Situasi ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi salah satu cara masyarakat bertahan dan saling menguatkan.Nilai gotong royong tersebut bukan hal baru dalam kehidupan bangsa Indonesia.Nilai ini juga tercermin dalam Pancasila dan menjadi bagian penting dari kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari pelajar.Baca juga: 5 Nilai yang Terkandung dalam Gotong RoyongNilai gotong royong tercermin dalam sila-sila Pancasila, terutama sila ketiga, Persatuan Indonesia.Melalui gotong royong, masyarakat membangun persatuan dengan mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan bersama.Gotong royong juga sejalan dengan sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena menuntut sikap saling membantu dan menghargai sesama.Dalam praktiknya, gotong royong mendorong setiap individu untuk berperan aktif dalam kehidupan sosial tanpa memandang latar belakang.Dalam sejarah perumusan Pancasila, gotong royong bahkan pernah disebut sebagai inti dari nilai-nilai kebangsaan Indonesia.Nilai ini menjadi landasan penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan saling mendukung.Baca juga: 6 Faktor Penghambat Gotong Royong di MasyarakatDilansir dari Jurnal Pemikiran Sosiologi Volume 2 Universitas Gadjah Mada yang terbit pada 2013, gotong royong sering dipahami sebagai bagian dari modal sosial.Modal sosial merujuk pada hubungan sosial yang terbangun melalui kepercayaan, kerja sama, dan norma bersama.Gotong royong memperkuat hubungan antarindividu karena setiap orang terlibat langsung dalam kegiatan bersama.Ketika masyarakat terbiasa bekerja sama, rasa saling percaya akan tumbuh. Kepercayaan inilah yang memudahkan masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan secara kolektif.


(prf/ega)