Bakal Ada Revolusi AI, Jokowi Minta Semua Pihak Waspada

2026-01-12 05:58:11
Bakal Ada Revolusi AI, Jokowi Minta Semua Pihak Waspada
JAKARTA, - Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, revolusi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan akan terjadi dalam kurun waktu lima hingga 15 tahun ke depan.Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan semua pihak untuk waspada terkait revolusi kecerdasan buatan tersebut."Saya juga yakin bahwa dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, bahkan 15 tahun ke depan, akan ada revolusi robot humanoid yang besar. Dan akan ada revolusi AI yang besar. Jadi, waspadalah terhadap hal ini," kata Jokowi saat berpidato di Bloomberg New Economy Forum, Singapura, Jumat .Baca juga: Jokowi Serukan Bank Dunia, IMF, hingga WTO Redefinisi Sistem di Era Ekonomi CerdasDalam forum tersebut, Jokowi juga membahas soal berkembangnya ekonomi cerdas yang mendefinisikan ulang sistem dan proses yang berlakuselama ini.Menurutnya, ekonomi cerdas turut mendefinisikan ulang strategi untuk mendapatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi."Bagi saya, ini bukan hanya tanggung jawab nasional. Ini juga merupakan panggilan bagi lembaga-lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia. Mereka harus mendefinisikan ulang instrumen keuangan mereka, sistem keuangan mereka, dan infrastruktur digital mereka," ujar Jokowi.Baca juga: Jokowi Optimistis Asia Tenggara Bakal Lahirkan Perusahaan Unicorn, Ikuti Jejak Silicon ValleyPendefinisian ulang ini, kata Jokowi, perlu diterapkan di hampir seluruh sektor, tetapi dapat dimulai dari bidang pendidikan dan kesehatan terlebih dahulu."Kita harus mendefinisikan ulang proses, sistem, dan strateginya, agar kita dapat tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.Jokowi turut menyebut Indonesia sebagai negara yang terus bertransformasi, berinovasi, dan membangun fondasi yang kuat.Baca juga: Jokowi: Saya Sangat Tak Setuju Lapangan Kerja akan Hilang di Era Ekonomi CerdasDengan kerja sama dan kolaborasi, Jokowi meyakini bahwa Indonesia dengan Asia Tenggara dapat menjalankan ekonomi cerdas tersebut."Saya percaya bahwa dalam ekonomi baru ini, negara, perusahaan, dan masyarakat yang dapat mengintegrasikan kecerdasan ke dalam tata kelola, industri tata kelola, dan sistem sosial akan tumbuh lebih baik dan lebih cepat," ujar Jokowi.


(prf/ega)