– Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan banjir informasi, kecakapan komunikasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan menjadi modal utama untuk bertahan dan berdaya saing.Isu tersebut menjadi sorotan dalam seminar “Kecakapan Komunikasi di Dunia Digital” yang digelar di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta, Kamis .Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya Wijaya Kusumawardhana menilai, penguasaan literasi digital merupakan kunci untuk mencetak pemimpin masa depan.Wijaya menjelaskan, media sosial saat ini menjadi ruang komunikasi yang menawarkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat digital.Fenomena mass communication berbasis AI memungkinkan distribusi konten berlangsung lebih cepat dan terpersonalisasi, serta dapat dimanfaatkan sebagai alat strategis untuk memperluas jangkauan pesan dan meningkatkan efisiensi kampanye komunikasi.Baca juga: Google Rilis Panduan untuk Bantu Laporan Keberlanjutan dengan AI“Media sosial memberi ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan berpartisipasi, tetapi di saat yang sama platform ini rentan menjadi jalur penyebaran hoaks,” ujar Wijaya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Kamis .Dia menekankan, risiko bias algoritmik dan persoalan privasi perlu terus diwaspadai. Karena itu, kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting.“Oleh karena itu, etika digital dan verifikasi informasi harus menjadi perhatian utama,” jelas Wijaya.Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengguna dalam menjaga data pribadi serta membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.Selain itu, Wijaya menyoroti kesenjangan digital yang masih cukup signifikan di Indonesia, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur dan literasi digital.Kondisi tersebut berdampak pada akses kerja, mobilitas sosial, hingga kesempatan memanfaatkan teknologi secara optimal.Baca juga: Polantas di China Pakai Kacamata AI, Bisa Periksa Kendaraan Dalam SekejapSebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Wijaya memperkenalkan konsep CABE sebagai panduan membentuk masyarakat digital yang bijak dan berdaya.Konsep CABE terdiri dari empat komponen utama yang mendukung perilaku digital yang bertanggung jawab.Pertama, cakap digital, yang menekankan kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan efisien untuk mencari informasi, berkomunikasi, dan menyelesaikan tugas.Kedua, aman digital, yaitu pemahaman terhadap risiko daring serta keterampilan melindungi diri di ruang digital.
(prf/ega)
Kecakapan Komunikasi Digital Jadi Modal Utama Pemimpin Masa Depan
2026-01-12 02:06:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 02:42
| 2026-01-12 02:28
| 2026-01-12 02:27
| 2026-01-12 02:23










































