23 Hari Pascabanjir, 54.480 Orang di Aceh Tengah Masih Terisolir

2026-01-12 06:33:53
23 Hari Pascabanjir, 54.480 Orang di Aceh Tengah Masih Terisolir
BANDA ACEH, – Hingga memasuki hari ke-23 pascaterjadinya banjir bandang dan longsor, sebanyak 54.480 jiwa di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, masih terisolir.Mereka tersebar di 80 kampung (desa). Puluhan desa tersebut hingga kini kekurangan logistik karena bantuan belum dapat disalurkan ke semua lokasi.Kepala Diskominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal menjelaskan, 80 kampung tersebut belum dapat dijangkau dari Kota Takengon akibat jalan yang terputus.Baca juga: Akses Terputus Pascabencana, Lima Desa di Aceh Tengah Terisolasi dan Ekonomi LumpuhSaat ini, sebanyak 21.800 jiwa masih berada di pengungsian.“Alat berat yang terbatas milik Pemda dan masyarakat terus berupaya membuka jalan,” ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis .Kamal menyebut, kebutuhan utama masyarakat di Aceh Tengah saat ini adalah pangan, sandang, baju, selimut, dan obat-obatan.Meskipun bantuan secara reguler dipasok dari udara, terutama beras bantuan bencana alam dari Bulog, pasokan yang tersedia terbatas sehingga jumlah yang dapat diberikan kepada warga tidak optimal.“Banyak warga mengeluhkan beras yang dibagikan, Pemda juga tidak bisa berbuat banyak, karena tergantung suplai yang masuk,” tuturnya.Baca juga: 3 Pekan Pasca-Banjir Sibolga, 1.232 Warga Mengungsi, Aliran Sungai Aek Doras Terhambat Kayu BesarKamal mengungkapkan, selama ini, dengan terbukanya sedikit akses jalur KKA (Bireuen-Takengon), masyarakat secara mandiri mengambil barang seperti BBM dan pangan dengan berjalan kaki atau menggunakan motor.“Ada juga yang diperjualbelikan dengan harga relatif tinggi. Masyarakat yang memiliki uang mau tidak mau tetap membeli kebutuhan BBM dan pangan untuk kehidupan sehari-hari,” tambahnya.Oleh karena itu, Kamal berharap agar bantuan untuk pembukaan akses jalan KKA Bireuen-Takengon dan Takengon-Nagan Raya dapat dilakukan secepatnya.“Jika akses jalan terbuka, maka akan memberikan solusi luar biasa dan dapat membalikkan keadaan yang ada saat ini,” pungkasnya.


(prf/ega)