Menteri Mukhtarudin: Tidak Usah Kabur, Negara Siap Fasilitasi Kerja di Luar Negeri

2026-01-12 03:50:33
Menteri Mukhtarudin: Tidak Usah Kabur, Negara Siap Fasilitasi Kerja di Luar Negeri
PALANGKA RAYA, - Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Mukhtarudin memastikan pemerintah akan memfasilitasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin kerja di luar negeri maupun dalam negeri.Ia juga menanggapi soal ungkapan “Kabur Aja Dulu”.  Menteri yang mengurusi perlindungan pekerja WNI di luar negeri ini meminta masyarakat agar tidak perlu kabur dari Indonesia.Jika harus bekerja di luar negeri, dia menyatakan bahwa negara akan siap memfasilitasi.“Enggak usah kabur, negara kita siap memfasilitasi, baik (bekerja) di dalam maupun luar negeri. Yang (memilih bekerja) di luar negeri juga akan kami fasilitasi, tentu dengan prosedur yang tepat, ada prosedur resminya,” ujar Mukhtarudin saat diwawancarai awak media usai kunjungan kerja di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis .Baca juga: Sempat Ramai Tagar “Kabur Aja Dulu”, Sara Gerindra Pernah Usul Ganti Jadi “Merantau Aja Dulu”Mukhtarudin menjelaskan, bahwa bagi WNI yang memilih bekerja di luar negeri harus mengikuti prosedur yang berlaku.Hal ini guna menjamin keamanan imigran Indonesia ketika bekerja di luar negeri.“Ada prosedurnya, resmi, berangkatnya terdaftar, oleh lembaga yang terdaftar, ditempatkan dengan job desk yang jelas, perlindungannya jelas, jaminan sosialnya bagus,” ujarnya.Dia juga menegaskan bahwa pemerintah RI tidak mau menempatkan pekerja migran Indonesia di negara-negara yang rawan konflik, seperti Suriah, Myanmar, Kamboja, dan negara lainnya yang dinilai memiliki eskalasi konflik yang tinggi.“Kami akan menempatkan pekerja migran kita di negara yang perlindungannya bagus, jaminan sosialnya bagus, regulasinya bagus, sehingga kita ingin menjaga harkat dan martabat anak bangsa di negara orang, dengan kepala tegak, dan bekerja dengan baik,” tuturnya.Baca juga: Menteri P2MI Mukhtarudin Mengaku Tak Diberi Target Khusus dari PrabowoDia mengaku sempat berbincang-bincang dengan mahasiswa dan mahasiswi dari kelas internasional di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palangka Raya yang memiliki minat tinggi untuk bisa bekerja di luar negeri.“Saya hadir ke sini untuk memberikan motivasi kepada mereka, cari ilmu, pengetahuan, bahasanya diperbagus, ikuti proses belajar mengajar dengan baik, tingkatkan kompetensi, sehingga bisa mengisi pasar kerja luar negeri,” tuturnya.Mukhtarudin menegaskan bahwa gaji yang ditawarkan untuk bekerja di luar negeri juga tidak main-main.Maka dari itu, pihaknya menyambut baik jika ada anak bangsa yang berminat bekerja di luar negeri.Baca juga: Jurusan yang Paling Dicari dalam Program SMK Go Global untuk Kerja di Luar Negeri“Kalau soal gaji tidak usah ditanya lagi, kalau di negara-negara Eropa itu Rp 50-60 juta per bulan,” ujarnya.


(prf/ega)