Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jakbar, Pria 55 Tahun Ditangkap

2026-02-03 12:07:53
Polisi Bongkar Peredaran Amunisi Ilegal di Jakbar, Pria 55 Tahun Ditangkap
Jakarta- Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali membongkar peredaran amunisi ilegal di Jakarta Barat. Seorang pria berinisial OA (55) ditangkap.Penangkapan OA setelah mendalami keterangan RS yang juga ditangkap atas kasus kepemilikan amunisi ilegal. RS ditangkap di SPBU, Jalan Cut Mutia, Kota Bekasi.Berbekal keterangan itu, tim Opsnal Unit 1 Subdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya menyambangi sebuah kontrakan di kawasan Jakbar, Rabu . OA tak berkutik ketika dilakukan penangkapan.Advertisement"Seorang pria berinisial OA (55) diamankan oleh tim Opsnal Unit 1 Subdit Umum/Jatanras Polda Metro Jaya setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut dari kasus sebelumnya yang melibatkan tersangka RS," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa .Saat penggeledahan, polisi menemukan amunisi berbagai kaliber mulai dari 9 mm, 22 mm, hingga 45 mm. Selain itu, belasan magazine senjata api, magazine airsoft, buku senpi, dan kotak berisi onderdil pistol ikut disita."Seluruh barang bukti tersebut langsung dibawa ke Polda Metro Jaya guna pemeriksaan lanjutan," ucap dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-02-03 12:19