Mbah Boyo Ngontel 2 Kilometer demi Hantarkan Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII

2026-01-12 04:22:55
Mbah Boyo Ngontel 2 Kilometer demi Hantarkan Jenazah Sinuhun Pakubuwono XIII
— Suasana haru menyelimuti prosesi kirab jenazah Raja Keraton Surakarta, Sinuhun Pakubuwono (PB) XIII, Rabu pagi.Sejak matahari belum tinggi, ribuan warga sudah memadati Alun-alun Kidul Keraton Solo untuk memberi penghormatan terakhir kepada sang raja.Di antara lautan manusia itu, tampak sosok lansia bernama Sri Suryati atau akrab disapa Mbah Boyo (68).Warga asal Tanjung Anom, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo itu rela datang pagi buta hanya untuk menyaksikan iring-iringan jenazah rajanya.Dengan sepeda onthel tuanya, Mbah Boyo menempuh jarak lebih dari dua kilometer dari rumah menuju Alun-alun Kidul. Ia tiba sekitar pukul 07.00 WIB, memastikan tak kehilangan momen bersejarah kirab terakhir sang raja.Baca juga: Pemakaman Pakubuwono XIII: Jenazah Ditandu dan Melewati Ratusan Anak Tangga di Imogiri“Saya datang ke sini jam 7 untuk melihat kirab, pengin nonton wara-wiri abdi dalem Keraton dan semoga diberikan sehat walafiat,” ujar Mbah Boyo sambil tersenyum.Karena takut terlambat, Mbah Boyo bahkan belum sempat sarapan di rumah. Setibanya di lokasi, ia hanya membeli makanan ringan.“Saya ke sini naik sepeda onthel, saya belum sarapan, jadi beli gembukan takut ketinggalan momen,” ucapnya.Aksi sederhana itu mencuri perhatian warga sekitar. Sementara itu, suasana duka semakin terasa di Bangsal Magangan, Keraton Surakarta, tempat jenazah Pakubuwono XIII dinaikkan ke kereta kencana.Tangis Putra Dalem KGPH Hangabehi pecah ketika peti ayahandanya diangkat.Ia bahkan sempat nyaris jatuh karena tak kuasa menahan kesedihan, sebelum akhirnya ditopang oleh sejumlah petugas TNI yang berjaga. KGPH Hangabehi kemudian dibawa ke ruangan khusus untuk menenangkan diri.Baca juga: Di Mana Raja PB XIII Dimakamkan? Melihat Prosesi Pemakaman dan Makna Sakral ImogiriIsak tangis juga terdengar dari Garwa Dalem Prameswari GKR Pakubuwono XIII, istri mendiang raja, serta putra-putri dalem lainnya:Mereka larut dalam kesedihan selama prosesi adat Brobosan, tradisi penghormatan terakhir bagi raja sebelum jenazah diberangkatkan.Prosesi Brobosan digelar di samping Bangsal Maligi, setelah peti jenazah dipindahkan dari Bangsal Parasdya, tempat Sinuhun disemayamkan.


(prf/ega)