Bukan Sekadar Genetik, Ini Alasan Pria Lebih Mudah Punya Perut Buncit

2026-01-11 05:05:08
Bukan Sekadar Genetik, Ini Alasan Pria Lebih Mudah Punya Perut Buncit
— Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa pria lebih sering terlihat memiliki perut buncit dibandingkan wanita?Ternyata, jawabannya bukan hanya soal porsi makan, melainkan ada faktor hormonal yang menentukan di mana lemak Anda akan menetap.Baca juga: Kenapa Perut Pria Jadi Buncit Setelah Menikah? Ini Penjelasan DokterPenumpukan lemak pada tubuh manusia ternyata tidak selalu merata. Risiko kesehatan seseorang sangat bergantung pada lokasi di mana lemak tersebut terakumulasi.Pakar Gizi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menyebut fenomena penumpukan lemak di area perut ini sebagai obesitas sentral atau perut buncit.Kondisi ini menunjukkan perbedaan mencolok antara laki-laki dan perempuan.Dr. Mirza menjelaskan bahwa faktor hormonal memegang peran kunci dalam menentukan persebaran lemak tersebut.Pada perempuan, hormon estrogen bekerja aktif menyebarkan lemak ke berbagai bagian tubuh, mulai dari lengan, dada, paha, hingga pinggul.Sebaliknya, laki-laki memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami obesitas sentral.Hal ini terjadi karena laki-laki tidak memiliki hormon estrogen, sehingga penumpukan lemak cenderung terpusat hanya di area perut.Kondisi ini menjadi perhatian serius karena lemak di perut berkaitan erat dengan sindrom metabolik yang memicu peningkatan gula darah dan tekanan darah tinggi.“Hormon menjadi faktor adanya penumpukan lemak, memang risikonya terjadi pada usia di atas 40, terutama pada perempuan,” ujarnya dikutip laman resmi UGM.Baca juga: Kenapa Pria Lebih Sering Buncit dan Perempuan Punya Paha Besar? Ini PenjelasannyaSecara alami, risiko perut buncit memang meningkat saat seseorang memasuki usia di atas 40 tahun karena metabolisme yang melambat.Meski demikian, Dr. Mirza memperingatkan bahwa gaya hidup tidak sehat dapat memicu kondisi ini muncul lebih dini pada kelompok usia muda.Kurangnya aktivitas fisik serta pola makan tinggi gula, garam, dan lemak menjadi penyebab utama asupan berlebih disimpan tubuh sebagai lemak perut.Dr. Mirza menekankan bahwa kunci utama untuk mengatasi kondisi ini adalah perubahan pola pikir sebelum memulai program diet apa pun. Ia mengingatkan masyarakat agar melihat pengaturan pola makan sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas hidup di masa tua.“Apa yang kita investasikan ke dalam tubuh kita hari ini, itulah yang akan kita tuai sebagai penyakit atau kesehatan di masa depan,” pungkas Mirza.


(prf/ega)