SYDNEY, - Terduga pelaku penembakan Bondi Beach, Naveed Akram (24) terbangun dari koma pada Selasa .Naveed diduga sebagai salah satu pelaku penembakan Bondi Beach, Sydney, New South Wales, pada Minggu yang menewaskan sedikitnya 15 orang.Dia diduga melakukan aksinya bersama ayahnya, Sajid Akram, yang melepaskan tembakan membabi buta saat perayaan Hanukkah Yahudi.Sajid sendiri tewas ditembak mati oleh polisi di lokasi penyerangan. Sedangkan Naveed mengalami luka kritis dan koma di rumah sakit.Kini, setelah sadar dari komanya, Naveed akan dituntut oleh polisi, sebagaimana dilansir 9 News.Baca juga: PM Australia Tak Terima Penembakan Bondi Beach Dikaitkan dengan Pengakuan PalestinaDiberitakan sebelumnya, Sajid pernah berkunjung ke Filipina hampir sepanjang November 2025.Otoritas berwenang Filipina pada Selasa mengatakan, Sajid masuk Filipina sebagai warga negara India."Sajid Akram, 50 tahun, warga negara India, dan Naveed Akram, 24 tahun, warga negara Australia, tiba di Filipina bersama-sama pada 1 November 2025 dari Sydney, Australia," kata juru bicara imigrasi Filipina, Dana Sandoval dikutip dari AFP, Selasa."Keduanya melaporkan Davao (kota di Filipina) sebagai tujuan akhir. Mereka meninggalkan negara itu pada 28 November 2025 dengan penerbangan lanjutan dari Davao ke Manila, dengan Sydney sebagai tujuan akhir," lanjutnya.Baca juga: Pelaku Penembakan Bondi Beach Sempat ke Asia Tenggara, Mengaku Warga IndiaPulau Mindanao, tempat provinsi Davao berada, memiliki sejarah panjang pemberontakan kelompok pro-ISIS terhadap pemerintahan pusat.Kelompok Maute dan Abu Sayyaf bahkan pernah mengepung Marawi di Mindanao pada tahun 2017.Militer Filipina merebut kembali kota yang hancur itu setelah pertempuran selama lima bulan yang menelan lebih dari 1.000 nyawa dan menyebabkan ratusan ribu orang mengungsi.Meskipun demikian, aktivitas pemberontakan di Mindanao telah mereda secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Baca juga: Penembak Bondi Beach Ternyata Ikut Latihan Militer di Asia Tenggara Sebelum SeranganPerdana Menteri Australia Anthony Albanese menuturkan, kedua pelaku kemungkinan besar terdorong oleh ideologi ISIS."Tampaknya ini dimotivasi oleh ideologi ISIS," ujarnya."Dengan munculnya ISIS lebih dari satu dekade lalu, dunia telah bergulat dengan ekstremisme dan ideologi penuh kebencian ini," sambungnya.Pihak kepolisian juga menemukan mobil yang terdaftar atas nama Naveed Akram terparkir di dekat pantai setelah kejadian.Dalam mobil itu, polisi mendapati bom rakitan dan dua bendera ISIS buatan sendiri.Baca juga: Ibu Penembak Bondi Beach Beberkan Rencana Pelaku Sebelum Beraksi
(prf/ega)
Pelaku Penembakan Bondi Beach Bangun dari Koma, Langsung Diproses Hukum
2026-01-11 23:44:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:34
| 2026-01-11 22:41










































