Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Terjebak di Tengah Sungai Regoyo

2026-01-12 05:46:10
Banjir Lahar Semeru, Penambang Pasir Terjebak di Tengah Sungai Regoyo
LUMAJANG, - Banjir lahar hujan Gunung Semeru kembali menerjang aliran Sungai Regoyo di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu .Menurut laporan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, banjir mulai terekam pukul 13.00 WIB dengan amplitudo maksimal mencapai 45 milimeter.Akibat banjir lahar, seorang penambang pasir terjebak di tengah aliran Sungai Regoyo saat arus banjir sedang deras-derasnya.Baca juga: Gunung Semeru Alami Erupsi 50 Kali Pagi Ini, Letusan Asap Setinggi 1.200 MeterAfan, salah satu warga mengatakan, penambang yang terjebak itu bernama Mail, warga Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.Saat itu, Mail sedang berusaha menepi setelah mendapatkan informasi bahwa ada banjir lahar.Nahas, sebelum bisa keluar dari area sungai, banjir sudah datang dengan arus yang deras.Mail pun bertahan sekuat tenaga di tengah sungai sambil berlindung di balik batu sampai arus banjir surut.Beruntung, Mail tidak sampai terseret meski arus banjir menerjang dengan kencang."Yang terjebak tadi Pak Mail, orang (dusun) Randuan, orangnya selamat langsung pulang," kata Afan di Lumajang, Minggu .Baca juga: Relawan Terseret Banjir Lahar Semeru di Sungai Regoyo Saat Hendak Salurkan BantuanSelain penambang, banjir menyebabkan satu unit truk terjebak di tengah sungai.Beruntung, sopir truk berhasil menyelamatkan diri sebelum banjir menerjang.Ditambah, satu unit ekskavator yang dilaporkan hanyut terbawa derasnya banjir lahar.Belum diketahui apakah dalam ekskavator tersebut ada orangnya.Namun, dugaan warga, ekskavator yang terseret banjir itu sudah terpendam material erupsi Gunung Semeru pada 19 November 2025 lalu.Perangkat Desa Gondoruso, Devi, mengatakan, banjir lahar hujan Gunung Semeru mengakibatkan jalan menuju tiga dusun di Gondoruso dan Kecamatan Tempursari terputus.Warga terpaksa menunggu sampai banjir surut agar bisa melintasi Jembatan Limpas yang menjadi akses satu-satunya untuk menyeberangi Sungai Regoyo."Dampaknya akses terputus karena banjir menutupi jembatan Limpas, sekarang terpaksa menunggu banjir surut," kata Devi.


(prf/ega)