Kerusakan Infrastruktur di Sumatera Capai 1.666 Titik, Terbanyak di Sumbar

2026-01-12 13:49:59
Kerusakan Infrastruktur di Sumatera Capai 1.666 Titik, Terbanyak di Sumbar
JAKARTA, - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat 1.666 titik kerusakan infrastruktur akibat bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam beberapa pekan terakhir.Sumatera Barat menjadi provinsi dengan kerusakan terbanyak.Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, data tersebut berdasarkan laporan yang dicatat hingga 6 Desember 2025 dan masih akan diperbarui.“Jumlah titik kerusakan ini juga terus kami update seiring dengan terbukanya akses jalan dan hasil pendataan serta pengecekan yang masih terus berjalan,” kata Diana, dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Senin .Baca juga: Komisi I Kritik Ucapan Kepala BNPB soal Banjir Cuma Mencekam di Medsos: Amatiran!Diana merincikan, Sumatera Barat mencatat 914 titik kerusakan yang didominasi longsor sebanyak 203 titik, banjir 119 titik, dan jembatan tergerus 56 titik.Adapun Aceh memiliki 477 titik kerusakan yang didominasi banjir tanggul kritis sebanyak 143 titik, longsor 46 titik, dan banjir tanggul jebol 36 titik.Di Sumatera Utara, terdapat 275 titik kerusakan yang didominasi longsor 113 titik, jalan tergenang 17 titik, dan jalan putus 13 titik.“Infrastruktur Bina Marga yang mengalami kerusakan akibat bencana, ini ada 72 ruas jalan nasional, ini sepanjang 2.058 km. Kemudian, 31 jembatan nasional, sepanjang 2.537 meter, untuk jalan daerah sementara baru teridentifikasi sebanyak 108 ruas jalan daerah, dan 48 jembatan daerah di 3 provinsi,” kata Diana.Di beberapa titik, lanjut Diana, akses jalan nasional masih belum dapat dilalui.Di Aceh, ruas yang hingga kini terputus di antaranya Meureudu–batas Pidie Jaya, Bireuen–batas Aceh Utara, Bireuen–Bener Meriah–Aceh Tengah, serta Gayo Lues–Aceh Tenggara.Baca juga: Tim Bedah TNI AL Jalankan Operasi Korban Banjir Sibolga di Kapal PerangSementara di Sumatera Utara, jalur yang belum tersambung antara lain Tarutung–Sibolga, Tarutung–Sipirok, dan Sibolga–Batang Toru–Singkuang.Di Sumatera Barat, ruas Sicincin–batas Kota Padang Panjang juga masih terputus.“Kami tetap berupaya untuk bisa menembus bersama-sama dengan TNI dan Polri,” ucap Diana.Diana menekankan bahwa upaya pemulihan konektivitas terus dilakukan secara paralel.Hingga saat ini, progres penanganan darurat titik terdampak mencapai 48,34 persen di Aceh, 76,44 persen di Sumatera Utara, dan 31,47 persen di Sumatera Barat.Diana menambahkan, seluruh jalan tol di tiga provinsi terdampak telah kembali berfungsi secara aman, kecuali ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi yang ditargetkan dipulihkan sebelum 16 Desember 2025.Baca juga: Tim Bedah TNI AL Jalankan Operasi Korban Banjir Sibolga di Kapal Perang“Kementerian PU bersama stakeholder terkait sedang melakukan penanganan tanggap darurat. Progresnya masih kami susun dan akan kami laporkan secara detail,” kata dia.Kementerian PU juga mengerahkan 310 personel serta 298 unit alat berat, mulai dari ekskavator hingga loader.Selain itu, terdapat 121 unit alat pendukung seperti dump truck, hidran umum, dan mobil tangki air.


(prf/ega)