Rumah Putin Diduga Dibombardir Ukraina, Kyiv Membantah

2026-02-02 21:20:56
Rumah Putin Diduga Dibombardir Ukraina, Kyiv Membantah
MOSKWA, - Rusia menuding Ukraina melancarkan serangan drone ke salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin.Tuduhan tersebut langsung dibantah pemerintah Ukraina, yang menyebutnya sebagai klaim tanpa dasar.Isu ini mencuat saat proses perundingan damai yang dimediasi Amerika Serikat memasuki fase krusial.Baca juga: Trump Murka Rumah Putin Diduga Diserang Ukraina, Sebut Bukan Waktu yang TepatMenteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada Senin menuduh Ukraina telah menembakkan puluhan drone ke salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin di wilayah Novgorod.Menurut Lavrov, total terdapat 91 wahana udara tak berawak jarak jauh yang diluncurkan sejak Minggu malam hingga Senin dini hari.Ia mengeklaim seluruh drone tersebut berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Rusia sebelum mencapai sasaran.Namun, Rusia tidak menyertakan bukti visual maupun data teknis untuk mendukung tuduhan tersebut.“Mengingat kemerosotan total rezim kriminal Kyiv, yang telah beralih pada kebijakan terorisme negara, posisi negosiasi Rusia akan dipertimbangkan kembali,” ujar Lavrov.Pemerintah Ukraina dengan tegas membantah tudingan Moskwa terkait dugaan serangan drone tersebut.Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut klaim Rusia sebagai upaya manipulasi politik yang bertujuan merusak proses perdamaian.Ia mengatakan tuduhan itu “sepenuhnya fabrikasi” dan tidak memiliki dasar faktual.Kyiv menilai isu tersebut sengaja diangkat untuk menciptakan ketegangan baru saat pembicaraan damai sedang berlangsung.Baca juga: Zelensky Ingin Putin Segera Pergi, Sebut Rakyat Ukraina Sudah LelahAFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS menyampaikan ketidaksukaannya terhadap dugaan serangan Ukraina ke rumah Vladimir Putin.Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut menanggapi isu tersebut setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari yang sama.Di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, Trump menyampaikan ketidaksukaannya terhadap dugaan serangan tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-02 21:14