3 Pekan Pascabanjir, Elpiji 3 Kilogram Mahal dan Langka di Aceh Utara

2026-01-12 04:46:07
3 Pekan Pascabanjir, Elpiji 3 Kilogram Mahal dan Langka di Aceh Utara
ACEH UTARA, – Tiga pekan pascabanjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, harga gas elpiji 3 kilogram melambung hingga Rp 25.000–Rp 50.000 per tabung.Salah seorang warga Desa Nga, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, M Saleh (76), mengatakan dirinya harus berjam-jam mencari tabung gas elpiji.“Kalau eceran ada yang harganya Rp 50.000. Kalau di pangkalan Rp 22.000 per tabung,” ujar M Saleh kepada Kompas.com, Selasa .Ia menyebutkan kondisi tersebut terjadi sejak tiga pekan terakhir. Menurutnya, pihak pangkalan menyampaikan bahwa kuota elpiji Kecamatan Lhoksukon dialihkan ke wilayah lain yang masih parah terendam banjir.Baca juga: Pertamina Patra Niaga Kebut Distribusi Elpiji ke Aceh“Harusnya kuotanya ditambah, bukan mengurangi kuota kecamatan lain,” katanya.Keluhan serupa disampaikan Zulkifli (35). Ia berharap Pertamina dapat menjamin ketersediaan elpiji 3 kilogram bagi masyarakat.“Jangan hanya di media kuota cukup, di lapangan barangnya langka dan mahal,” ujar Zulkifli.Sebelumnya diberitakan, hingga hari ini sebanyak 69.020 pengungsi masih bertahan di 138 titik pengungsian yang tersebar di 25 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara. Selain itu, 163 orang dilaporkan meninggal dunia dan enam orang masih dalam pencarian.Banjir juga menyebabkan kerusakan infrastruktur. Sebanyak 12 daerah irigasi mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier rusak diterjang banjir.Selain itu, seluas 14.509 hektar sawah tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat digunakan.


(prf/ega)