TOKYO, - Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi resmi pindah ke rumah dinas pada Senin setelah lebih dari dua bulan menjabat.Sebelumnya, ia tinggal di rumah dinas untuk anggota parlemen dan menuai kritik usai jarak tempuh dengan kantornya membutuhkan waktu 35 menit usai gempa besar awal bulan ini.Dikutip dari AFP, Selasa , rumah dinas itu berukuran besar dan bersebelahan dengan kantornya di pusat Tokyo.Rumah itu disebut angker, karena dihuni oleh hantu-hantu tentara Jepang dari satu abad lalu.Baca juga: Penusukan di Pabrik Jepang Lukai 14 Orang, Ada Semprotan Cairan AsingRumah dinas itu dibuka pada 1929, dengan gaya bangunan terinspirasi dari Imperial Hotel karya arsitek AS Frank Lloyd Wright yang kini telah dihancurkan.Tempat tersebut merupakan lokasi dua upaya kudeta pada tahun 1930-an ketika beberapa pejabat tinggi, termasuk seorang perdana menteri, dibunuh oleh perwira militer muda.Selain ada bekas peluru, sebagian orang percaya bahwa hantu-hantu mereka yang terlibat dalam upaya kudeta itu, berkeliaran di lorong-lorong bangunan.Pendahulu Takaichi, Shigeru Ishiba juga pernah tinggal di kediaman tersebut, yang direnovasi pada tahun 2005.Kala itu, Ishiba mengatakan bahwa ia tidak takut hantu.Sebelumnya, Fumio Kishida melaporkan tidak melihat hantu saat menghuni rumah dinas itu dan tidur nyenyak.Sementara, Shinzo Abe dan Yoshihide Suga tidak tinggal di rumah dinas tersebut.Baca juga: Jepang Mau Hidupkan Lagi PLTN Tahun Depan, Risiko DipertanyakanUntuk diketahui, Sanae Takaichi resmi menjadi Perdana Menteri Jepang pada 21 Oktober 2025, sekaligus menempatkannya sebagai wanita pertama yang memimpin negara itu.Ia dikenal dengan janjinya untuk "kerja, kerja, dan kerja" hingga mengaku hanya tidur 2-4 jam setiap hari.Pada awal masa jabatannya, Takaichi langsung membuat pernyataan kontroversial yang membuat hubungan Jepang dan China kini renggang.Dalam sidang parlemen pada 7 November 2025, ia mengatakan, keadaan darurat di Taiwan yang melibatkan penggunaan kekuatan dari China bisa menjadi situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang."Keamanan Taiwan adalah keamanan kita juga. Rencana kontingensi Taiwan semakin serius dan kita harus menyiapkan yang terburuk," ujarnya saat itu.Pernyataan itu langsung membuat geram China. Mereka menganggap, Takaichi mencampuri urusan dalam negeri dan masuk pelanggaran "prinsip satu China".
(prf/ega)
PM Jepang Sanae Takaichi Resmi Tempati Rumah Dinas yang Disebut Angker
2026-01-12 06:39:43
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:43
| 2026-01-12 06:35
| 2026-01-12 06:25
| 2026-01-12 04:37










































