KARAWANG, - PT Pupuk Indonesia (Persero) mentargetkan mendistribusikan 8,5 juta ton pupuk subsidi hingga penghujung 2025.Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah mengalokasikan 6,5 juta ton dari total 9,55 juta ton pupuk subsidi yang diberikan pemerintah.Yehezkiel mengatakan, pihaknya akan terus mendorong penyerapan pupuk subsidi hingga semua alokasi dari pemerintah tersalurkan.“Perkiraan kami akan mendorong hingga 2 juta ton sampai di akhir tahun. Jadi perkiraan di angka 8,2 sampai 8,5 juta ton,” kata Yehezkiel saat ditemui usai sosialisasi harga pupuk subsidi di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Kamis .Baca juga: Kata Zulhas ke Petani: Sejarah Baru Era Prabowo, Harga Pupuk TurunYehezkiel menyebut, PT Pupuk Indonesia saat ini sedang menggencarkan sosialisasi pupuk subsidi kepada petani, terutama saat memasuki musim tanam ketiga.Di sisi lain, pihaknya juga melihat sejumlah daerah sudah mulai memasuki musim penghujan.Menyadari momentum tersebut, PT Pupuk Indonesia menggerakkan seluruh tenaga penjualan di berbagai daerah.“Untuk memastikan bahwa seluruh petani yang memang memilih hak dan masuk di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) itu bisa melakukan penebusan hingga nanti akhir tahun,” ujar Yehezkiel.Meski demikian, ia mengaku PT Pupuk Indonesia membutuhkan bantuan pemerintah guna mengantisipasi lonjakan kenaikan pupuk subsidi.Dalam waktu kedepan, kata dia, PT Pupuk Indonesia akan merevitalisasi pabrik sejumlah anak perusahaan.Baca juga: Kurangi Impor, Anak Usaha Pupuk Indonesia Pasok untuk Pabrik Ammonium NitratYehezkiel menyebut, hingga 2029 PT Pupuk Indonesia akan menggarap 7 proyek.“Tidak hanya revitalisasi tapi juga hilirisasi. Dan kalau kita tahu yang sekarang sedang berjalan itu adalah di revamping (pembaruan) PKT (Pupuk Kalimantan Timur),” kata Yehezkiel.DIketahui pemerintah saat ini menurunkan harga pupuk urea dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram; NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram; NPK kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640 per kilogram.Lalu, ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360 per kilogram; dan pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
(prf/ega)
Pupuk Indonesia Mau Salurkan 8,5 Juta Ton Pupuk Subsidi di 2025
2026-01-12 05:45:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 04:36
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:49
| 2026-01-12 03:15










































