JAKARTA, – Kawasan Asia, terutama China dan Asia Tenggara, memasuki fase penting dalam lima tahun mendatang.Charge' d'Affaires of the Chinese Mission to ASEAN Fu Fengshan menilai periode ini akan dibentuk oleh dinamika yang belum terlihat dalam satu abad terakhir."Revolusi teknologi dan transformasi industri memasuki babak terobosan baru. Multipolaritas dan globalisasi ekonomi terus berkembang," kata dia dalam Hong Ting Forum, Kamis .Ia menilai kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Asia Tenggara. Tantangan tetap muncul karena konflik geopolitik terus memanas di banyak wilayah dunia. Situasi ini membuat pertumbuhan ekonomi kehilangan sebagian momentum, sementara persaingan antarnegara diprediksi makin kompleks.Baca juga: Meksiko Terapkan Tarif hingga 50 Persen untuk China, Indonesia, sampai ThailandFu Fengshan menyebut lanskap global akan mengalami proses transformasi, penyelarasan, dan rekonstruksi. Risiko yang sulit diprediksi akan memberi dampak besar terhadap perkembangan regional.Di sisi lain, China telah menetapkan arah pembangunan lima tahun ke depan. Fu Fengshan menyampaikan modernisasi China bergerak signifikan sepanjang lima tahun terakhir."Kekuatan ekonomi, kekuatan ilmu pengetahuan-teknologi, dan kekuatan nasional secara keseluruhan telah meningkat ke tingkat baru," ucap dia.Produk Domestik Bruto (PDB) China diperkirakan menembus 140 triliun yuan pada 2025. Kontribusi China terhadap pertumbuhan ekonomi global juga stabil di kisaran 30 persen per tahun.Baca juga: Usai Bosnya Dideportasi ke China, KRYA dan LABA Cari Pengganti BaruFu Fengshan menilai perekonomian China memiliki fondasi kuat. Sistem industri dinilai lengkap, pasar domestik besar, dan kapasitas sumber daya manusia tetap melimpah. Tren pertumbuhan jangka panjang pun disebut tetap terjaga.Ia menegaskan pelaku usaha perlu mempertahankan inisiatif pembangunan. "Kita perlu bertumpu pada kekuatan kita sendiri, sekaligus memanfaatkan faktor global dan sumber daya pasar," tutup dia.
(prf/ega)
Diplomat China Nilai Persaingan Ekonomi Makin Kompleks, Asia Tenggara Didorong Ambil Peluang
2026-01-12 05:53:41
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:02
| 2026-01-12 05:10
| 2026-01-12 04:37
| 2026-01-12 04:09
| 2026-01-12 03:46










































