JAKARTA, - Dari balik gang sempit di Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, deretan gedung pencakar langit kawasan Thamrin menjulang jelas.Menara kaca itu berdiri kokoh, memantulkan cahaya matahari, menjadi simbol Jakarta modern yang terus tumbuh vertikal.Namun, hanya beberapa langkah dari pusat bisnis tersebut, Kampung Kebon Melati menyuguhkan wajah yang kontras, rumah rapat, pepohonan rindang, dan ruang hijau yang dirawat secara swadaya oleh warga.Pada Rabu , Kompas.com menelusuri kampung lama yang berada tepat di belakang kawasan elite Thamrin ini.Baca juga: TMII Jadi Pilihan Warga Jakarta Berolahraga di Ruang Terbuka HijauMemasuki kampung dari Jalan KH Mas Mansyur menuju Dukuh Pinggir V, suasana berubah cepat./LIDIA PRATAMA FEBRIAN Kampung Kebon Melati, kawasan pemukiman yang diapit gedung tinggi kawasan Thamrin, Jakarta PusatJalan raya padat kendaraan berganti gang aspal sempit yang hanya cukup dilalui satu mobil. Di kiri dan kanan gang, rumah warga berdiri rapat.Sebagian masih mempertahankan bentuk lama dengan teras kecil, jemuran pakaian di lantai atas, dan pot tanaman yang berjajar di depan rumah.Baca juga: Buruh Demo di Istana Hari Ini, Tolak UMP Jakarta 2026 Rp 5,7 JutaMeskipun berada di jantung kota, nuansa hijau masih terasa kuat. Pot tanaman hias, tanaman obat, hingga pohon pisang tumbuh subur di pekarangan warga.Rimbunnya pepohonan membuat udara lebih teduh dibandingkan kawasan sekitarnya.Di beberapa titik, sinar matahari terhalang dedaunan, menciptakan lorong sejuk di tengah cuaca Jakarta yang terik.Di salah satu sisi kampung, aliran air dari Waduk Melati terlihat mengalir tenang.Jalur setapak berpaving di sepanjang waduk dimanfaatkan warga sebagai ruang bersama.Bangku sederhana, taman kecil bertuliskan “Taman Dugar RW 06”, serta pagar warna-warni menjadi penanda upaya warga merawat ruang publik di lingkungan mereka.Kampung Kebon Melati berada di lokasi yang sangat strategis. Selain berdampingan langsung dengan Waduk Melati, kampung ini hanya berjarak sekitar satu kilometer dari Bundaran HI, dekat Stasiun Karet, serta tidak jauh dari jalur MRT./LIDIA PRATAMA FEBRIAN Suasana RW 06 Kampung Kebon Melati yang asri dan sejuk meski diapit gedung tinggi kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.Namun, di balik kedekatannya dengan pusat aktivitas ekonomi Jakarta, kampung ini masih mempertahankan wajah permukiman lama dengan ikatan sosial yang kuat.Kawasan Kebon Melati terbagi dalam dua RW, yakni RW 05 dan RW 06. RW 06 menjadi yang paling sering disorot publik.Selain karena lokasinya yang paling “terkepung” gedung tinggi, wilayah ini dikenal berhasil menjaga lingkungan tetap hijau, tertata, dan relatif nyaman di tengah tekanan pembangunan kota.“Betul, wilayah ini memang sering disebut sebagai kampung yang ‘diapit’,” kata Andi (48), Ketua RT 008 RW 06 saat ditemui langsung, Rabu.Ia mengaku semua orang yang datang akan terkejut saat pertama kali benar-benar menelusuri wilayah ini.“Yang pertama kali benar-benar menelusuri area pusat kota seperti ini, pasti sadar ternyata masih ada kampung yang terasa adem. Padahal di sekelilingnya gedung-gedung tinggi,” kata Andi.Baca juga: Lansia Kecewa, Sudah 3 Bulan Kartu Layanan Gratis Transportasi Tak Kunjung DicetakMenurut Andi, perubahan besar di sekitar kampung mulai terasa sejak awal 2000-an.“Kalau ditanya sejak kapan kawasan ini mulai berubah, pembangunan besar-besaran di sekitar sini mulai sekitar tahun 2004,” ujar dia.Sejak saat itu, gedung-gedung tinggi mulai berdiri, sementara kampung tetap bertahan di ruang yang semakin terhimpit.“Ada warga yang tidak mau pindah karena harga tanah tidak cocok atau memang sudah nyaman tinggal di sini,” kata Andi.Keberadaan ruang hijau di RW 06 bukan hasil proyek besar atau program korporasi.Menurut Andi, semuanya berawal dari program lingkungan yang diikuti RW beberapa tahun lalu, lalu berkembang menjadi kesadaran kolektif warga.“Targetnya jelas bikin lingkungan nyaman dan hijau. Warga akhirnya ikut menanam, ikut merawat,” ujar Andi.
(prf/ega)
Di Balik Gedung Pencakar Langit, Kampung Kebon Melati Bertahan dengan Ruang Hijau
2026-01-12 06:39:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:20
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 04:55










































