Satgas Damai Cartenz Duduki 14 Markas KKB, Sita 4.194 Amunisi

2026-01-12 03:17:41
Satgas Damai Cartenz Duduki 14 Markas KKB, Sita 4.194 Amunisi
JAYAPURA, - Satgas Operasi Damai Cartenz mencatat sejumlah capaian selama operasi di Papua pada tahun 2025.Salah satunya menggagalkan penyelundupan 29 senjata api dan 4.194 butir amunisi untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).Selain itu, Satgas Damai Cartenz berhasil menduduki 14 markas KKB, menyita 57 dokumen "papua merdeka", dan menemukan 44.171 berita hoaks yang disebarkan simpatisan KKB Papua.Baca juga: Dua Warga Sipil Pencari Kayu Gaharu di Yahukimo Dibunuh OTK, Satgas Damai Cartenz Lakukan Penyelidikan Intensif"Data capaian kita sepanjang 2025 yang kita lakukan adalah menggagalkan upaya penyelundupan 29 pucuk senjata api dan 4.194 butir amunisi yang akan dipasok untuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)," kata Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo kepada wartawan di Kota Jayapura pada Selasa ."Kita juga bersama TNI berhasil menduduki 14 markas milik KKB, menyita 57 dokumen papua merdeka dan menemukan 44.171 berita hoaks yang disebarkan simpatisan maupun pendukung KKB Papua," sambungnya.Dalam penegakan hukum, Satgas Damai Cartenz menangkap 45 anggota dan simpatisan KKB, serta menembak mati 15 anggota KKB yang melakukan perlawanan."Untuk penegakan hukum ada 45 orang yang ditangkap, kemudian ada 15 orang KKB ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap," jelasnya.Baca juga: Anggota KKB Pelaku Pembakaran Samsat Yahukimo Ditangkap Satgas Damai CartenzKombes Yusuf Sutejo melaporkan, jumlah korban kekerasan KKB terhadap warga sipil pada tahun 2025 meningkat dibanding 2024, sementara korban dari aparat keamanan TNI-Polri menurun."Untuk korban kekerasan dari warga sipil meningkat dari tahun sebelumnya. Sementara korban kekerasan dari aparat keamanan baik Polri maupun TNI menurun. Penurunan ini karena aparat lebih waspada dalam mengambil langkah di lapangan," tuturnya.Peningkatan korban sipil disebabkan oleh masuknya warga ke wilayah tambang yang berdekatan dengan daerah operasi KKB."Korban kekerasan terhadap warga sipil ini meningkat karena banyak warga yang masuk ke pedalaman. Sebagai contoh kejadian di Distrik Seradala Yahukimo itu banyak warga yang masuk untuk tambang emas. Nah mereka ini yang menjadi sasaran dari KKB," tuturnya.


(prf/ega)