TANGERANG SELATAN, - Warga yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Tangerang Selatan, melaporkan bahwa banjir telah terjadi berulang kali dalam kurun waktu tiga minggu terakhir.Mereka menyebut kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena air bercampur lindi kembali masuk ke permukiman setiap hujan deras.Kristianto (45), warga sekaligus pemilik pabrik tempe yang tinggal tepat di belakang lokasi longsoran, mengatakan banjir sudah berulang kali melanda wilayah tersebut.“Ini sudah empat kali banjir dalam satu bulan ini. Kemarin dua kali,” ujar Kristianto saat ditemui Kompas.com, Kamis .Menurut dia, banjir hampir selalu datang ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.Baca juga: TPA Cipeucang Banjir dan Longsor, Warga Masih Bergelut dengan LumpurKondisi itu membuat warga semakin cemas karena banjir yang masuk ke rumah juga membawa lindi dari TPA Cipeucang.“Mendingan kalau sekali, ini dalam waktu sebulan, bahkan kurang dari sebulan, sudah empat kali banjir. Kemarin aja dua kali seminggu,” kata Kristianto.Ia menjelaskan, banjir pertama terjadi pada awal bulan, kemudian di minggu kedua, serta dua kali pada minggu ketiga.Banjir dua hari lalu, tepatnya Selasa , disebut sebagai yang terparah.Baca juga: Warga Cipeucang Diterjang Banjir akibat Sampah Longsor: Sudah Lapor, Cuma Bilang Sabar"Sempet surut pas hari Selasa itu terus saya beres-beres karena parah banget sepinggang tapi besokannya banjir susulan lagi sekitar lututlah," jelasnya.Kristianto menilai banjir serupa sangat mungkin kembali terjadi, mengingat kondisi TPA yang belum tertangani dan intensitas hujan yang masih tinggi.Selama 11 tahun tinggal di lokasi tersebut, ia mengaku belum pernah mengalami banjir seperti beberapa minggu terakhir.“Selama saya tinggal di sini 11 tahun, ya belum pernah. Ya, sepertinya belum pernah sama sekali,” ujarnya.Baca juga: PSEL Tangsel Dialihkan, Pemkot Akan Bebaskan Lahan Tambahan di TPA CipeucangKondisi serupa dialami Deni (53), warga lain yang tinggal di kawasan Cipeucang. Selama 16 tahun tinggal di sekitar TPA sebagai pemulung, ini merupakan banjir terparah yang pernah ia alami.Seperti Kristianto, Deni meyakini penyebab utamanya adalah longsoran sampah yang membuat aliran anak sungai menyempit. Menurut dia, lebarnya kini tinggal sekitar 50 sentimeter.
(prf/ega)
4 Kali Banjir dalam 3 Minggu, Warga Cipeucang Protes Longsoran Sampah TPA
2026-01-12 05:51:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:27
| 2026-01-12 04:50
| 2026-01-12 04:15
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:45










































