Jalan Rusak Parah, Warga Mamasa Tandu Jenazah 20 Kilometer Menembus Lumpur dan Buki

2026-01-12 21:12:56
Jalan Rusak Parah, Warga Mamasa Tandu Jenazah 20 Kilometer Menembus Lumpur dan Buki
MAMASA, – Sebuah video amatir memperlihatkan perjuangan warga di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menandu jenazah secara bergantian ke kampung halamannya.Mereka harus menaklukkan medan jalan berlumpur dan terjal, naik turun bukit, hingga melintasi muara sungai sejauh 20 kilometer lebih demi sampai ke rumah duka karena tidak ada akses jalan yang bisa dilalui ambulans.Video amatir warga memperlihatkan detik-detik perjuangan warga melewati jalan rusak parah, berlumpur, dan naik turun bukit.Puluhan warga terlihat bahu-membahu menandu peti jenazah dengan susah payah akibat kondisi jalan yang buruk.Puluhan warga yang bergotong royong menandu jenazah ini merupakan warga Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.Mereka terpaksa bergantian memikul peti jenazah dengan batang bambu karena akses jalan menuju kampung halaman tidak bisa dilewati mobil ambulans.Baca juga: Jalan di Mamasa Putus Total Akibat Longsor, Ratusan Warga di 2 Desa TerisolirMenurut salah seorang warga, Aldominggus Rombelinggi, perjalanan menandu jenazah ini sangat berat dan memakan waktu berjam-jam.“Perjalanya cukup melelahkan karena harus ditempuh selama lima jam lebih dari Mamasa ke kampung halaman almarhum,” jelas Aldominggus Rombelinggi, warga Nosu.Perjalanan berat itu harus mereka tempuh menuju Simbuang, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, melintasi perbatasan antarprovinsi Sulsel dan Sulbar dengan kondisi medan yang sangat ekstrem.Jenazah yang ditandu adalah Ignatius Lolo Gau, warga Kecamatan Simbuang, Tana Toraja. Almarhum meninggal dunia setelah sempat dirawat selama tujuh bulan di sebuah rumah sakit di Makassar.Jenazah awalnya diangkut dari Makassar dengan mobil ambulans sejauh 250 kilometer.Namun perjalanan terpaksa berhenti di Desa Masewe, Kecamatan Nosu, Mamasa, akibat kondisi jalan yang rusak parah dan tidak bisa dilalui kendaraan.Baca juga: Nestapa Warga Perbatasan RI di Krayan, Bawa Pulang Jenazah Harus Tarik Mobil dari Jebakan LumpurWarga kemudian melanjutkan perjalanan dengan menandu jenazah secara manual, menyusuri bukit dan jalan berlumpur hingga melintasi muara sungai untuk bisa membawa pulang jenazah ke rumah duka di Lembang Simbuang, Tana Toraja.Meski jalan di kawasan ini hancur, warga Simbuang tetap memilih melalui rute Kecamatan Nosu, Mamasa, karena jalur alternatif ke arah Tana Toraja jauh lebih lama dan kondisinya juga rusak parah.Warga berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan agar akses jalan di wilayah ini dapat diperbaiki demi mempermudah evakuasi warga yang sakit dan memperlancar suplai kebutuhan pokok serta hasil panen ke Mamasa.


(prf/ega)