PB XIV Hamengkunegoro Kukuhkan Pengageng dan Sesepuh dalam Bebadan Baru Keraton Surakarta

2026-01-12 06:03:51
PB XIV Hamengkunegoro Kukuhkan Pengageng dan Sesepuh dalam Bebadan Baru Keraton Surakarta
SOLO, - Pada Rabu , Pakubuwono (PB) XIV Hamengkunegoro resmi mengukuhkan struktur bebadan baru di Keraton Surakarta.Prosesi pengukuhan berlangsung di dua lokasi, yaitu Sasana Handrowino dan Sasana Parasdya, di mana para pengageng dan sesepuh diambil sumpahnya di hadapan Raja Keraton Surakarta."Kalau yang di Parasdya itu prosesinya hanya untuk pengangkatan sumpah dan dawuh dalem. Karena di bebadan banyak putra-putri PB XII, memang upacaranya seperti ini karena tidak layak ketika Sinuhun lenggah (duduk) terus kami berdiri di Parasdya," ungkap Pangageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Panembahan Timoer, di Keraton Surakarta.Baca juga: PB XIV Hamengkunegoro Beri Penjelasan Soal Struktur Bebadan Baru Keraton Surakarta Dalam prosesi tersebut, para pengageng dan sesepuh yang terpilih dalam struktur bebadan baru dibacakan agar mereka memahami jabatan yang mereka emban.GKR Panembahan Timoer menjelaskan bahwa bebadan baru yang dibentuk oleh PB XIV Hamengkunegoro berdiri selama lima tahun."(Pengageng dan sesepuh) tanda tangan supaya tidak seperti yang lalu. Karena yang lalu kan sepertinya sepanjang umur Raja. Lha ini Sinuhun meminta tidak seperti itu lagi. Supaya bisa merefresh dan kinerjanya bisa ternilai ketika lima tahun," tambahnya.Baca juga: PB XIV Hamengkunegoro Shalat Jumat Pertama Kali di Masjid Agung Usai Resmi Jadi Raja Keraton SoloGKR Panembahan Timoer juga menyatakan bahwa pihaknya akan segera memberitahukan kepada pemerintah melalui surat resmi bahwa Keraton Surakarta kini memiliki struktur kelembagaan yang dipimpin oleh PB XIV Hamengkunegoro."Minggu depan. Karena hari besok masih ada catur sagotro yang saya harus hadir di sana. Jadi kemungkinan minggu depan kami akan kirim surat ke Jakarta," ujarnya.Sebelumnya, Juru Bicara PB XIV, KPA Singonagoro, menjelaskan bahwa struktur baru tersebut disusun melalui proses yang matang dengan menggabungkan unsur tradisional, akademik, profesional, serta keahlian lintas disiplin.Baca juga: Belum Pikirkan Jumenengan, KGPH Hangabehi Masih Fokus 40 Hari Wafatnya PB XIIIPenempatan para sesepuh dan tokoh adat dalam jajaran Paranpara Nata sebagai penasihat utama Raja menunjukkan penghormatan mendalam Sinuwun kepada kebijaksanaan para leluhur yang menjadi ruh dalam setiap kebijakan Karaton."Pada saat bersamaan, kehadiran Staf Khusus Raja dari kalangan profesor, pakar, dan ahli multidisiplin mencerminkan modernisasi tata kelola yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman," kata KPA Singonagoro.Pembentukan bebadan ini merupakan langkah strategis Raja untuk memperkuat tata kelola, memulihkan marwah, dan menegaskan kembali posisi Karaton sebagai pusat peradaban Jawa yang hidup, berwibawa, dan berorientasi masa depan.


(prf/ega)